Cara Mengurangi Kepo Urusan Orang Lain

26 comments
mengurangi kepo
Hai teman, sudah lama saya tidak menulis tentang hal yang mengusik pikiran dan hati hehe. Kali ini saya akan menceritakan cara mengurangi kepo kepada orang lain. Berdasarkan pengalaman pribadi yang kepo banget dulunya. Dan mencoba untuk tidak melakukannya lagi.

Sebelumnya kepo adalah singkatan dari knowing every particular object. Arti bebasnya adalah ingin mengetahui akan sesuatu. Kepo sendiri yang awalnya adalah bahasa gaul menjadi bahasa baku. Cari saja di google translate maka akan muncul kepo menjadi satu kata. Dalam Bahasa Inggris berarti curios.

Kepo sendiri adalah kegiatan yang ingin mencari tahu informasi pribadi seseorang tanpa mementingkan apakah penting untuk diri atau tidak. Kepo bisa menjadi kegiatan intervensi orang lain atau ikut campur urusan orang lain. Meski itu tidak ada hubungannya dengan kita.

Saya pernah menjadi orang paling kepo di antara teman-teman saya. Dulu saya hafal betul kegiatan harian dan kemana saja mereka akan pergi. Bahkan saya tahu teman ada yang bermasalah. Kadang pula bisa merasakan ada persoalan dalam sebuah kegiatan orang lain. Bahkan saya sendiri tidak kenal orang-orang dalam kegiatan itu.

Sayangnya kegiatan ini akan memberikan dampak yang tidak baik untuk diri. Dampak ini akan berakibat pada orang lain juga. Karena privasi mereka terganggu. Merasa tidak nyaman di sekitar kita. Karena kitanya serba tahu tentangnya. Dampak negatifnya, antara lain :

  • Mengganggu privasi orang lain.
  • Hidup tidak fokus pada diri sendiri.
  • Sibuk mengingat urusan orang lain daripada sendiri.
  • Terlalu menyimpan urusan bukan dirinya.
  • Terlalu tergantung dengan orang lain.
  • Membandingkan diri dengan orang lain.

Dampaknya tidak baik untuk hubungan pertemanan. Tidak baik untuk kesehatan mental sendiri. Bagaimanakah cara agar kepo tapi tidak mengganggu urusan orang lain? Saya akan rangkum dari pengalaman dan yang saya baca.

Ada kepo yang baik yaitu ketika ada orang lain yang bercerita masalah pribadinya. Sebaiknya kita tidak terlalu bertanya detail. Tanggapilah sekadarnya saja. Biarkan teman bercerita sampai tuntas. Karena di sini teman kita akan menemukan solusinya sendiri. Hal ini yang sekarang saya lakukan pada teman.

Kegiatan kepo ini tidak mencampuri urusan orang lain. Karena kita tidak memberikan nasihat. Tidak juga menanyakan hal-hal yang tidak penting untuk kita. Kita hanya membantu teman mencari akar masalahnya. Dan membiarkannya melepaskan beban pikirannya.

Saya berhenti menjadi kepo karena dampak negatif tersebut. Terutama saya tidak fokus akan tujuan hidup saya. Sejak saya memilah urusan pribadi, orang lain dan relasi. Saya lebih tenang dan nyaman menjalani hidup. Tidak ada beban untuk kepo apa yang orang lain lakukan.

5 Cara Mengurangi Kepo Kehidupan Orang Lain


kepo

1. Batasi Kepo Urusan Masalah Orang Lain


Jika kita tidak terlibat dalam persoalan tersebut sebaiknya mundur teratur. Tidak perlu mencari tahu dan mengusiknya. Ini sudah masuk ranah pribadi jika tetap ingin tahu. Tahan diri untuk tidak gatal bertanya. Sadari bahwa tidak ada gunanya untuk mengetahuinya.

Jika kita terlibat dalam urusan orang lain maka bolehlah untuk mengetahui lebih detail. Karena kita berusaha untuk keluar dari persoalan tersebut. Ingat juga libatkan orang-orang yang memang berkaitan dengan persoalan tersebut dan mengetahui akar masalahnya.

Buatlah skema hubungan yang ada dan siapa saja yang terlibat. Fokuskan masalah apa yang sedang terjadi. Carilah solusi dengan musyawarah. Jangan libatkan orang lain yang tidak berkaitan. Masalah tidak akan selesai, tapi akan menjadi runyam.

2. Tentukan Tujuan Kepo


Kepo itu penting jika kita mengetahui tujuannya. Misalnya dalam urusan pekerjaan maka harus kepo tentang pekerjaan tersebut. Tidak perlu merembet urusan pribadi rekan kerja kita. Kita bebas bertanya apapun terkait pekerjaannya.

Kita bertemu dengan orang baru dalam sebuah komunitas. Maka mengobrolah urusan komunitas tersebut. Tidak perlu menanyakan hal-hal diluar urusan komunitas. Misalnya saya belajar urusan blog, maka saya akan tanyakan ke teman-teman yang berkaitan dengan blog.

Wajar kita bertanya bahkan pada orang yang baru dikenal dalam kelompok tersebut. Karena ini urusan yang wajar untuk dipertanyakan, ya tidak apa-apa. Sebelum bertanya, berikan kalimat pembuka yang menyenangkan hehe.

Jika tujuan kepo adalah untuk sekedar tahu maka tidak perlu dilanjutkan. Tidak ada gunanya untuk kita dan tidak ada manfaatnya.

3. Sadari Sebuah Hubungan


Hubungan di sini adalah antara diri dan orang lain itu tentang apa. Jika pertemanan dekat sekali, bolehlah bertanya urusan pribadinya. Karena ini adalah salah satu rasa perhatian kita terhadap orang terdekat.

Jika pertemanan tidak dekat, maka hindari pertanyaan urusan pribadi. Misalnya tentang umur, status, pendidikan dll. Kecuali memang berhubungan dengan kegiatan yang sama-sama dilakukan. Kalau kita dalam kegiatan menulis, wajar untuk menanyakan tips bagaimana menulis yang baik. Atau bagaimana tulisan menjadi ladang penghasilan.

4. Cari Obrolan Lain


Ketika mulai ada gatal untuk bertanya hal pribadi. Cobalah untuk alihkan ke obrolan lainnya. Agar tidak berkelanjutan. Dan sadari jika teman kita memberikan sinyal tidak mau bercerita. Jika tidak bisa, maka berhenti untuk mengobrol. Lanjutkan lagi obrolan nanti ketika tidak gatal keponya.

5. Mengenal Pribadi Orang Lain Bukan Kriteria Dekat


Dekat itu bukan berarti kenal lebih dalam tentang oran lain. Kita bisa dekat karena sama-sama menyukai sesuatu. Dalam kegiatan yang sama atau kondisi yang sama. Jika dekat adalah mengenal lebih dalam pribadi seseorang bisa jadi akan hambar selanjutnya.

Kadang kita tidak perlu kenal semua sifat-sifatnya atau kegiatan hariannya. Kita sendiri tidak bisa mengenal lebih dalam tentang diri. Apalagi kenal dekat orang lain? Jadi tidak perlu merasa harus tahu segalanya untuk menjadi dekat. Cukup mengenal yang penting untuk kita dan orang lain.

Semoga lima cara mengurangi kepo urusan orang lain bisa membantu teman. Sadari setiap melakukan kepo yang tidak penting ingat tujuannya untuk apa. Dan relasinya tentang apa.

Sumber tulisan
https://cewekbanget.grid.id/read/06851469/cara-mengurangi-rasa-kepo?page=all
https://id.wikihow.com/Tidak-Mencampuri-Urusan-Orang-Lain
Viandri
Hai, saya seorang yang menyukai baca buku. Sedang belajar menulis dan senang berbagi kesan di sekitar.

Related Posts

26 comments

  1. ketawa sendiri baca tulisan mu kak, itu artinya aku juga suka gitu! wkwkwkwk. ntah lah tendesi nya kalau orang atau temen bikin status sad atau curhat suka kepo aja gitu pengen nanya why oh why dan ingin banti ceritanya dengan bertanya biar bebannya agak hilang saeutik lah. tapi ternyata gak semua orang butuh di gituin ya, hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga suka kaya gitu, tapi tidak mau bertanya lebih kalau dia tidak mau cerita. Atau cukup mendoakan saja biar dipermudah urusannya.
      Kalau dulu jangan ditanya, aku bisa ungkit2 secara perlahan agar mau cerita. Sekarang sudah stop hehe

      Delete
  2. Saya ga suka kepo teh nov, cuma want to know aja... :)

    ReplyDelete
  3. wkwkwkkwkw mba sebenarnya kalo mencari pembenaran KEPo itu manusiawi ya,,hahahahahahah soalya kadang saya juga itu..wkwkwk. tapi beneran lo...dampak2 negatif itu akan muncul di diri kita kalo keponya udah over over...artikel ini bisa menjadi bahan belajat agar kita bisa manag kepo kita...gak kelewatan batas..tq mba infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, aku merasakannya sih. Ketika aku gak bisa kepoin orang terdekat, itu bikin syok sih. Lama-lama mencoba untuk menerima dan menyadari kepo itu gak baik untuk mental diri.

      Delete
  4. Masyaallah berfaedah banget tulisannya Mbak. Izin share di status wa boleh?

    ReplyDelete
  5. Ishh, ini mah tokcer banget tipsnya wkwkwk
    kayake daku jg kudu mulai praktekkan ahh
    supaya ga kepo, apalagi Fomo :D

    ReplyDelete
  6. mungkin karena urusan lain menarik untuk dikomenin ya? :D :D

    karena itu acara gosip di televisi banyak penontonnnya

    juga acara dan media mainstream online yang sekarang banyak ditonton karena konten gosip

    ReplyDelete
  7. untunglaaah.. alhamdulillah..saiyah mah ga masuk golongan kepo hehe. baru ngasih masukan kalau diminta. tapi seru juga ya nulis beginian. bagaimana pun kita perlu self reminder.

    ReplyDelete
  8. Klo Saya tope yang cuex gak terlalu suka kepoin orang btw tipsnya keren๐Ÿ‘

    ReplyDelete
  9. Saya baru tau mbak kalau Kepo singkatan dari "knowing every particular object", hehe.
    Betul, kepo itu lebih banyak mudharatnya bagi diri kita sendiri, terlebih jadinya kita sering bandingin diri ke orang lain dan ujung2nya menghasilkan sifat iri.

    Pas kita tau dikepoin orang juga rasanya risih dan ga nyaman, kan? Hmm.. saya juga sedang berusaha belajar untuk ga kepo sama urusan orang lain nih, biar hidup jadi lebih tenang. Btw, thanks tipsnya, Mbak ๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  10. betul kita memang harus fokus pada hidup diri sendiri dan tidak perlu usil dan kepo untuk hal2 yg menyangkut privasi orang lain...

    ReplyDelete
  11. betul kita memang harus fokus pada hidup diri sendiri dan tidak perlu usil dan kepo untuk hal2 yg menyangkut privasi orang lain...

    ReplyDelete
  12. Meresahkan memang kelakukan kepo ini. Selain menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang yang diselidiki, juga menjadikan mentalitas orang yang kepo juga semakin tidak berkualitas.

    Kalau saya sih benar-benar menghindari kepo. Kecuali kepo untuk ilmu pengetahuan. Atau jika pun berhubungan dengan teman, biarkan mereka, dengan keinginan sendiri, bercerita kepada kita. Dan kita juga sebaiknya tidak menginvestigasi atau mencari tahu secara rinci tentang masalah yang mereka sedang hadapi. Berikan perhatian secukupnya saja atau sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

    ReplyDelete
  13. Kepo yang saya alami justru keinginan belajar dan semangat menjalani kehidupan membuat imunitas

    ReplyDelete
  14. Mbak, saya baru tahu kalau kepo itu kependekan dari knowing every particular object. Duh sering dengar dan pakai kata ini, tapi baru sekarang tahu asal usulnya.

    Saya juga nggak suka tuh sama orang yang selalu kepo, jadi serasa lagi diselidiki, bahkan kadang merasa diintimidasi

    ReplyDelete
  15. hahaha dulunya saya suka kepo sama urusan orang lain, Mba, tapi makin ke sini saya semakin sadar bahwa kepo itu gak ada manfaatnya sama sekali, yang ada kadang membuat saya sakit hati karena kenyataan yang saya ketahui kadang menyakitkan

    ReplyDelete
  16. Kalau keponya misalnya ada yang sakit atau sedang berduka nggak apa, tapi ya jangan karena banyak uang terus di kepo in hihi.. Balik lagi sih ke diri, apakah mau dikepoin orang atau nggak ya

    ReplyDelete
  17. Rasa ingin tahu n kritis bisa jadi berkah kalo diterapkan pada ilmu pengetahuan n hal2 berguna ya.

    Tapi kalo kepo sama urusan orang lain mah ... aduh, jangan deh! Mengganggu hubungan dengan orang lain ya. Hihi...

    ReplyDelete
  18. Saya membayangkan gimana serunya kalau artikel ini dibagikan ke WAG, terutama WAG keluarga wkwkwk. Ye kan, dari sana tuh yang sering banget kepo sama segala macam urusan orang lain.

    ReplyDelete
  19. "Penyakit" banget kok, kepo itu
    Ada looooh temen yang tiap kali saya event, tanya "Tadi dibayar berapa mbak?" pengen diuyek uyek aja mulutnyaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak enak banget pertanyaannya. Dijawab dikira pamer, gak jawab dibilang sombong juga wkwkw
      serba salah

      Delete
  20. kalau aku sih orangnya ga suka kepo, mau dibayar fee berapa kek, itukan sudah rezeki masing-masing ye ... kan

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email