Belajar Bertanggung Jawab dari Hal Kecil

3 comments

Belajar Bertanggung Jawab
Hai teman, bagaimana kabarnya? Saya kan cerita tentang bertanggung jawab sebagai PJ. Baik PJ formal maupun non formal. Sebelumnya sudah tahu belum PJ itu apa? Yups penanggung jawab. Sebagai orang yang bertanggung jawab harus memastikan semua agenda berjalan lancar.

Saya pernah merasakan menjadi penanggung jawab grup WAG non formal yaitu tentang patungan gramedia digital.Dari sinilah saya merasakan betapa beratnya menjadi seorang yang harus mengatur berjalannya WAG. Meski itu grup kecil tapi ada saja yang membuat saya ternganga dengan persoalnnya.

Persoalan yang Dihadapi Ketika Menjadi PJ

Saya menulis ini ternyata tidak hanya diri yang merasakannya. Teman pun pernah mengalaminya bahkan lebih parah lagi. Seperti apa persoalan yang saya hadapi simak berikut ini:

Tidak ada Aturan GrupTidak adanya aturan grup yang jelas mengakibatkan tidak bisa memberikan teguran sesuai dengan kesepakatan bersama. Jadi kalau ada hal yang tidak semestinya sulit untuk memberikan teguran. Tidak ada patokan yang harus diikuti oleh anggota grup.

  • Memaklumi Kesalahan Pertama


Kesalahan pertama dimaklumi karena mungkin dia ada halangan atau mungkin diselanjutnya ia tidak akan mengulangi lagi. Ternyata karena persoalan pertama dimaklumi jadi berimbas dilain waktu. Ya terjadilah pengulangan yang sama. Akhirnya koordinator yang kewalahan.

Hal ini imbas dari tidak ada aturan dalam grup. Jadi orang lain bisa melakukan hal-hal sebebasnya.

  • Kurangnya Komunikasi dan Kedekatan


Perkumpulan dalam dunia online dan tiap orang tidak saling mengenal. Apalagi hal yang diobrolkan di grup hanya sesekali maka tidak ada obrolan harian atau pribadi untuk mengenal seperti apa teman online kita. Komunikasi hanya terbatas urusan grup saja. Misalnya grup saya patungan, iya bahasnya tentang pembayaran saja.

  • Menegur Tidak Secara Langsung/Menyindir


Kadang cara seperti ini tidak membuat orang yang tidak sejalan kurang tanggap. Bahkan bisa dianggap obrolan biasa saja. Karena orang yang bersalah kadang tidak sadar bahwanya dirinya ada kesalahan. Atau lupa akan kewajibannya. Karena tidak ada yang menegur secara langsung. 

Cara Menghadapi Persoalan Di Atas


  • Membuat aturan grup.
  • Segera ingatkan jika ada yang melakukan kesalahan. Cara mengingatkannya lewat pesan pribadi.
  • Bertanya alasannya kenapa dan sedang sibuk apa. Sehingga bisa mengetahui alasannya.
  • Tidak membiarkan persoalan berlarut-larut.
  • Mungkin cara seperti di atas bisa digunakan. Jika ada cara lain silahkan tulis di kolom komentar, ya. Terus belajar tanggung jawabnya seperti apa? Simak di bawah ini, ya.

Cara Belajar Bertanggung Jawab Terhadap Amanah


  • Fokus pada Amanah yang Diemban

 
Misalnya sebagai koordinator maka ia harus fokus pada apa yang sudah menjadi tugasnya. Kalau untuk anggota fokuslah pada hal yang harus dipenuhi untuk berjalannya kegiatannya.

  • Fokus Kepentingan Orang Lain

 
Sebagai seorang yang bertanggung jawab kepentingan grup maka ia harus memprioritaskan urusan grup dari urusan pribadi. Lebih fokus melayani kepentingan bersama. Memperhatikan apa yang harus dilakukan jika ada persoalan.

Sebagai anggota pun harus menyadari bahwa tidak hanya kepentingan diri sendiri yang harus difokuskan, tapi kepentingan bersama juga harus diperhatikan. Bisa jadi dalam satu grup bila ada satu orang yang tidak melakukan bisa berimbas ke orang lain.

  • Kurangi Komplain Baik Tugas Maupun Kepentingan Bersama


Boleh kita membuat komplain, tapi kalau terlalu banyak akan menyebabkan orang lain jengah. Orang jadi tidak suka untuk bekerjasama lagi dengan kita. Apalagi aturan dan kepentingan grup sudah jelas dan mau berjalan. Tapi masih ada yang komplain terus menerus. Karena orang yang mengatur pun sudah memikirkan hal apa saja yang perlu dilakukan baik oleh anggota maupun PJ.

  • Berpendapatlah yang Tidak Menjatuhkan


Biasanya dalam membahas program atau kegiatan akan ada sesi saling memberikan masukan. Pergunakanlah bahasa yang santun untuk memberikan pendapat. Jika ada yang mau diubah katakanlah dengan kata maaf terlebih dahulu.

  • Komitmen dan Konsisten

 
Memang di awal-awal semangat untuk komitmen dan konsisten tinggi. Seiring berjalannya waktu akan menemukan kendala-kendala yang bisa jadi diluar kendali diri, sehingga menyebabkan kurangnya komitmen dan konsisten.Hal ini memerlukan kerjasama dalam tim untuk saling mengingatkan dan memberikan semangat.

  • Jujur


Pegang nilai kejujuran dimanapun berada. Kejujuran adalah nilai paling penting dalam sebuah hubungan. Jika ada persoalan jujurlah pada teman lainnya. Agar tidak menimbulkan pertanyaan. Jujur juga dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Penutup

 
Demikianlah cerita tentang belajar bertanggung jawab dalam mengemban amanah dan persoalan yang pernah saya hadapi. Belajar dari grup kecil bisa menjadi cara untuk mengemban amanah yang lebih besar. Semua orang memiliki kesibukan maka sebaikanya tetap melakukan tugasnya dengan komitmen dan jujur.
Viandri
Hai, saya seorang yang menyukai baca buku. Sedang belajar menulis dan senang berbagi kesan di sekitar.

Related Posts

3 comments

  1. mengurus ekskul itu tidak mudah, i feel it, hihihi. pernah mengurus satu event dengan member lebih dari 50 orang, dan awalnya syok berat karena tingkah laku peserta nya wow pisan sampai geleng kepala. tapi dari sana belajar etika komunitas, menghandle personal yang naudzubillah, hihihi dan lain sebagainya. and again, building trust antar admin juga penting. jobdesknya memang harus jelas dan menegur dengan bahasa yang sopan santun event itu dengan very near friend sekalipun, karena soal job lain cerita dengan urusan pertemanan. intinya sih etika dan komunikasi. kalo iu udah terbentuk, rules dan pembagian job desk pasti enak dibikinnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apalagi anggotanya kek aku. Kadang lagi semangat ikut, kalau lagi males ngilang lagi hehehe

      Delete
    2. Wkwkwk, semangat ikut terus dong ah kakak

      Delete

Post a Comment

Follow by Email