Tahapan Pendidikan Anak Pola Ali bin Abi Thalib

Post a Comment
tahap pendidikan anak pola Ali bin Abi Thalib
Tahapan pendidikan anak ini saya baca di karya teman. Judulnya Episode kehidupan Bersama Ibu karya Endah Istiqomah Apriliani (@ruangisti). Saya sadur bagian pola pendidikan Ali bin Abi sebagai pengingat diri. Agar kelak saya pun bisa mencontohnya. Pendidikan yang berlandaskan Islam itulah yang bagus untuk ditiru. 

Zaman sekarang banyak sekali ilmu parenting yang bertebaran. Tapi isinya belum tentu mengikuti cara islami. Bisa seperti yang Rasul contohkan atau sahabatnya yang melandaskan Islam sebagai sumber pendidikan anak. 

Anak zaman sekarang mudah sekali mendapatkan berbagai informasi yang tersebar luas di internet. Tanpa bekal agama yang mumpuni mudah menjerumuskan ke hal tidak baik. Lihatlah sekitar anak sudah tahu tentang kisah asmara. Isi sosial medianya pun tak malu-malu memperlihatkan kemesraannya bersama pacarnya. Usianya pun masih belia. Usia yang seharusnya belajar dan bermain sebagai utama.
 

3 Tahap Pendidikan Anak


Ali bin Abi Thalib adalah sepupu Nabi Muhammad Saw yang telah menemani perjalanan dakwahnya sejak kecil. Kehidupan kecil Ali bersama saudaranya ini memberikan pengetahuan tentang Islam yang kuat. Pemikiran Ali banyak sekali dijadikan landasan untuk kehidupan. Hidup sederhananya tapi ilmunya bermanfaat dan menginspirasi semua orang. 

1. Tujuh Tahun Pertama


Pendidikan pada tujuh tahun pertama anak dididik seperti raja. Polah asuh yang mengayomi dan menenangkan untuk anak. Pengenalan nama emosi pada anak. Mengajarkan pengelolaan sederhana jika emosi muncul. Agar anak terbiasa mengetahui dan mengelolanya. 

Pendidikan benar dan salah masih dalam tahap dibiarkan. Di sini anak akan tertanam rasa berani, mengenal akibat dari perilakunya secara langsung baik benar maupun salah. Tidak ada kebingungan dalam menghadapi gambaran yang sering menjadi ancaman dari orang dewasa.

Masa-masa ini anak belajar tentang kasih sayang dari orang sekitarnya. Kepercayaan diri bisa terbentuk dengan alami. Rasa bahagia bisa bebas melakukan berbagai hal.

2. Tujuh Tahun Kedua


Polah asuh tujuah tahun kedua dari usia 7-14 tahun anak dididik menjadi tawanan. Tawanan di sini adalah diperlakukan secara terhormat. Bukan semena-mena bagaimana orangtua mendidik. Menjadikan anak tawanan dengan cara memberikan hak yang harus diterima oleh anak.

Selain hak yang harus diberikan, anak juga harus memenuhi kewajibannya. Anak sudah dikenalkan dengan penghargaan dan hukuman. Pengenalan ini untuk mengarahkan sikap anak agar sesuai dengan aturan Allah SWT. Mengetahui akibat jika melakukannya dan melanggar perintah-Nya.
Anak diperkenalkan dengan ibadah yang akan menjadi tanggungannya sendiri. misalnya sholat dan shaum. Pengetahuan Islam juga terus diberikan sesuai dengan umurnya.

3. Tujuh Tahun Ketiga


Tahap ketiga ini dimulai usia 14-17 tahun. Teori barat menyebutkan bahwa fase ini anak terjadi pergolakan diri yang kuat. Sering kali anak melakukan kesalahan dimaklumi. Padahal dalam fase pendidikan Ali bin Abi Thalib anak sudah tahu mana yang buruk dan baik.

Fase ini anak sudah baligh, maka mereka sudah tahu tentang balasan yang akan diberikan Allah jika mengikuti aturan-Nya atau mengingkirai-Nya. Dalam tahapan ini ada perubahan yang harus diinfokan. Perubahan itu dalam bentuk fisik, suara, ada perasaan ke lawan jenis, perempuan haid dan laki-laki mimpi basah. Selain pengetahuan juga diberikan dalil-dalil agama untuk menambah pemahaman dan kendali diri.

Perlakuan anak ditahap ini adalah sebagai sahabat. Sebagai sahabat anak merasa tidak takut untuk diadili oleh orangtuanya. Merasa nyaman untuk bercerita dengan lingkungan yang diterimanya. Dengan ini anak akan merasa bahwa rumah adalah tempat kembali yang menyenangkan. Orang tua pun siap memberikan kepercayaan kepada anak atas keputusan hidupnya.

Tahapan pendidikan anak ini berbeda yang pernah saya baca maupun dengarkan dari orang lain. Semoga dengan menerapkan tahapan pendidikan ini kekerasan pada anak, anak salah pergaulan dan kerusakan moral anak bisa dihilangkan.

Terima kasih sudah berkunjung diblog saya, semoga bermanfaat.
Viandri
Seorang perempuan yang menikmati perjalanan. Suka berpergian sendiri. Selalu percaya bahwa Sang Pencipta tidak pernah meninggalkan sendirian.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email