Rewind Bacaan 2020 Tanpa Aku Sadari Melebihi Ekspektasi

2 comments
Rewind bacaan 2020 yang lebih dari dugaan
Ikutan trend rewind juga ah. Rewind bacaan 2020 ini adalah prestasi yang tak terduga sebelumnya. Setelah bertahun-tahun tak banyak membaca akhirnya karena pandemi ini bacaanku meningkat dasyat. Terakhir baca maraton itu kelas 2 SMA, setelahnya sudah slow banget. Apalagi pas kuliah paling juga baca setahun dua buku. Itu pun kalau nemu yang pas kalau nggak, nggak bakal baca. 

Kecuali baca buku kuliah. Itu kan wajib demi nilai tak berkurang hehe. Memutuskan untuk membaca buku tanpa ada niatan akan menjadi apa. Hanya ingin menambah wawasan saja. Lama kelamaan menjelajah ke dunia tulis menulis meski baru di blog. Tapi ini prestasi yang luar biasa di tahun 2020. Berani untuk membiarkan orang lain membaca tulisan-tulisanku hehe.

Tak terbayangkan juga akan membaca buku lebih dari 10 judul. Kalau dulu waktu SMA aku banyak membaca buku, ya karena di perpustakan selalu memperbaruhi novel-novelnya. Jadi aku selalu meminta info terbaru kalau ada judul baru. Selalu di baca waktu pelajaran sekolah hehehe. Sampai teman suka bilang pasti di laci ada novel. Pastinya sih iya hehe.

Mengenal Buku Fisik dan Ebook


Sejak mengenal bookstagram dan berkomunitas online. Dari situlah aku mengenal ebook. Ternyata untuk membac a buku dengan dana yang tipis dengan cara mengunduh aplikasi perpustakaan online. Contohnya ijakarta dan ipusnas, ini yang aku ketahui.

Aplikasi baca dari toko buku misalnya gramedia digital dan google playbook. Aplikasi baca novel misalnya cabaca, wattpad, noveltoon, KBM, storial.co dan kwikku. Itulah aplikasi yang bisa digunakan untuk membaca ebook. Semuanya adalah legal, ya.

Jadi jangan sampai membaca buku bajakan atau ebook bajakan. Apresiasi penulis dengan membaca menggunakan platform yang sudah disediakan.

Rekomendasi Bacaan dan Penulis


Aku tidak pernah membuat rencana harus baca buku dengan tema apa dan jumlah bukunya. Membaca awalnya kebutuhan untuk diriku sendiri. Karena mengikuti tantangan, ikut baca bareng dan aturan di komunitas kalau sering absen akan dikeluarkan. Maka memaksakan diri harus membaca minimal satu minggu sekali.

  • Tema Anak-anak


Penulis Clara NG dengan series dongeng dialektikanya menurutku bagus. Karena mengangkat tema kekinian. Ada juga novelnya yang mengangkat budaya nusantara. Ada yang mengena banget di aku yaitu mantra pelan-pelan. Karena semua perubahan akan terjadi baik secara pelan maupun cepat.

Penulis Okky Madasari novel anak berserinya penuh dengan riset budaya Indonesia. Terutama yang di luar pulau jawa. Tidak hanya memberikan keseruan petualangan tapi kritik sosial juga dilontarkan. Seperti pendidikan tidak harus disamakan dengan anak-anak lainnya. Situs budaya hancur karena pemimpin yang lebih mementingkan uang dari pada nilai sejarahnya. Para ilmu dengan tameng penelitiannya malah menghancurkan satwa dan fauna langka. Menyepelekan budaya pada suatu daerah karena dianggap tidak relevan dengan modernitas.

  • Tema Mental Health


Bukunya Regis yang mengangkat isu mental health. Menceritakan pengalam pribadinya yang mengalami depresi berat. Pemaparannya yang tidak ilmiah banget meski isinya penuh dengan riset. Bagi orang awam sepertiku ini membantu sekali.

Mental health dengan membawa nama agama milik Ulum dan istrinya. Buku ini memberikan pengenalan emosi, tentang diri, penanganan depresi, dan aku baru mengerti bahwa anak-anak pun harus diberikan cara menghadapi berbagai macam emosi.

Berani tidak di sukai buku yang berisi pengembangan diri tapi ada tema mental healthnya. Tentang melihat masa lalu, masalah, insecure dan menjadi diri sendiri. Wake up sloth juga termasuk ke mental health.

  • Tema Budaya


Novel Okky Madasari yang sudah dijelaskan di atas termasuk budaya juga. Termasuk Clara NG. Untuk novel budaya dewasa milik Ratih Kumala , Darmawati Madjid dan Akmel Nasery Basralh. Ini yang aku baca, ya. Kalau penulis lainnya banyak.

  • Tema Pengembangan Diri


Judul buku Berani tidak di sukai, resign malu dan tak resign pilu, wake up sloth, dan masih banyak lagi.

  • Tema Kritik Sosial


Novel dan artikel karya Kang Maman ini berisi kritik sosial bagi masyarkat kota terutama dunia selebriti. Dunia gelap kota juga menjadi sorotan. Novel Ratih pun ada yang menyoroti kerasnya kota Jakarta.

Rewind Bacaan 2020

Related Posts

2 comments

  1. Kalau diminta pilih satu dari rewind-nya, favoritnya apa mba? dan kenapa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini masih ketinggalan tabel bukunya.
      kalau pilih satu gak bisa hehehe
      menyesuaikan kondisi aja sih kak,,
      jadi pas lagi malas baca, bukunya ringan aja. kalau lagi butuh buat mencari apa yg aku rasa atau harus bagaimana cari bukunya pengembangan diri atau mental health.

      Delete

Post a Comment

Follow by Email