JurnalViandry

Podcast Kata Reffi Membantu Menemukan Passion

1 comment
Podcast Kata Reffi membantu menemukan passion

Podcast Kata Reffi yang pertama kali aku dengarkan tentang mental pencundang atau pemenang dalam menghadapi masalah. Rasanya seperti mendapatkan teman untuk diajak mengobrol. Menjadi lebih semangat lagi setelah mendengarkan opini dari Kak Reffi. Dari sinilah aku mulai mendengarkan tema-tema lainnya. 

Waktu itu entah kenapa rasanya sedang tidak baik-baik saja. Mau menulis, membaca atau mau berkegiatan rasanya malas. Ketika mendengar podcast ini membuat pikiranku terbuka. Meski berbeda konteks tapi isi kontennya mengingatkan padaku hal-hal yang pernah aku tanamkan dari dulu.

Misalnya tidak menyalahkan siapapun, diri, orang lain atau keadaan atas masalah yang sedang dihadapi. Kita harus melaluinya dengan bangkit dan semangat. Ambil pelajaran atas kejadian yang menimpa kita. Tidak terus menerus mengingat kejadian yang membuat kita down. Lihatlah hal-hal yang bisa kita lakukan untuk menjadi lebih positif lagi.

Hubungannya dengan potensi diri apa? Kadang dalam perjalanan untuk menemukan potensi diri bisa saja ada hal-hal yang diluar batas kemampuan kita. Ada hal yang membuat kita kecewa atau mengecewakan orang lain. Dengan kita menjadi mental pemenang dalam menghadapi masalah tidak membuat kita berhenti dalam menekuni potensi diri.

3 Episode Podcast Kata Reffi Menggali Passion


Hanya satu podcast yang menggerkan jari ini untuk menekan tautan yang ada di status whatsapp Kak Reffi. Akhirnya menemukan tentang tema passion. Ini pas banget waktunya, karena aku sedang aktif mengikuti kelas menulis dan belajar menjadi blogger. Dari sinilah mendapatkan wawasan yang membuatku semakin semangat mengerjakan tugas kelas.

2. Episode 2 Tentang Menemukan Passion dan Menggalinya

Podcast tentang menggali passion

Kak Reffi berbagi pengalamannya dalam menemukan passion yang sedang dijalani maupun sedang digali. Ada passion yang sudah ada dari kecil, sedang dikembangkan ketika kuliah dan sedang dijalani saat ini. Meski sudah ada lama di diri kak Reffi, tetap saja masih belajar untuk menjadi ahli.

Hal yang perlu kita ketahui tentang passion adalah suatu hal yang menarik buat diri kita. Misalnya tertarik untuk menjadi content writer maka harus gali lebih dalam tentang conten writer dan terus pelajari sambil dipraktitkan. Caranya adalah :

  • Tanya pada Diri atau Orang Lain


Tanyakan hal yang kita sukai selama ini. Hal yang mebuat kita lupa waktu ketika sedang melakukannya. Merasa senang melakukannya, asyik dengan hal tersebut. Jika sudah ditemukan kembangkanklah.

Bisa juga dengan menyakan pada teman-teman kita. Teman sering memperhatikan apa saja yang kita lakukan, tanpa kita ketahui itu menjadi ciri khas kita. Sehingga ini bisa menjadi passion kita.

  • Berikan Batasan Bidang yang Dipelajari


Misalnya mau menjadi penulis, tentukan diri kita lebih ahli dibidang tulisan apa. Fiksi atau nonfiski atau keduanya, tidak apa-apa. Memberikan batasan ini memudahkan agar fokus tidak terpecah. Mau foksus menulis artikel, maka pelajari lebih detail tentang artikel yang baik dan benar seperti apa.

  • Luangkan Waktu untuk Latihan dan Belajar


Katanya suka menulis tapi tidak mau meluangkan waktu untuk berlatih. Carilah teman, kelas, komunitas yang bisa mendukung untuk menulis. Meski belum menemukan, buatlah jadwal untuk latihan dan belajar.

  • Siapkan Dana


Ilmu untuk menekuni suatu hal tidaksemuanya gratis. Untuk meningkatkan menjadi ahli perlu dana buat belajar. Misalnya buat ambil kelas, mencari mentor, mendapatkan sumber ilmu. Harus membeli buku misalnya. Jadi alokasikan dana untuk pengembangan passion.

  • Tahu Kapan Lanjut atau Berhenti


Ada waktunya kita merasa bosan, lelah, tidak mau mengerjakan. Ambillah jeda untuk melakukan kegiatan lain, tapi sebentar saja. Segeralah untuk berlatih dan belajar lagi. Bisa jadi apa yang kita pelajari ternyata tidak cocok untuk diri. Meski sudah mengorbankan waktu, uang, belajar banyak hal tapi merasa tidak cocok. Tidak apa-apa untuk berhenti.

Kalau memang sudah passion kita, pasti bisa kita lanjutkan. Kenyataannya tidak semudah itu dan menemukan passion lain. Tidak masalah untuk berhenti. 

2. Episode 3 Lanjut atau Berhenti dengan Apa yang Menarik Untuk Diri 

Berhenti atau lanjut

Podcast ini berisi pengalaman Kak Reffi untuk melanjutkan S2 di luar negeri. Sudah belajar IELTS, ikut test kelolosan, meluangkan banyak waktu dan dana. Kenyataanya Kak Reffi tidak dilanjutkan. Karena berbagai alasan termasuk dari orangtuanya sendiri.

Cara untuk menentukan lanjut atau berhenti pada hal yang menarik untuk dipelajari :

  • Telusuri Niat Awal 


Niat awal kita untuk mempelajari suatu hal yang menarik karena apa. Jika dari niatnya saja tidak baik maka ke depannya bisa jadi tidak berjalan.

  • Buatlah Pro & Kontra


Kak Reffi ingin belajar keluar negeri. Pro-nya untuk bisa lebih ahli dalam berbicara Bahasa Inggris dan lebih ahli dalam bidang yang sedang ditekuni. Kontranya apa orang tua tidak setuju, sudah ada pekerjaan yang stabil, hanya ingin memamerkan di sosial media dan ingin berwisata di negeri orang.

Karena banyak kontranya jadi Kak Reffi tidak melanjutkan studynya. Banyak yang bilang sayang sekali. Tapi inilah pilihan, kenyataannya tetap di Indonesia berkembang potensi yang ada. 

  • Kesiapan Mental dan Fisik


Mental dan fisik kita perlu disiapkan, apakah mampu untuk bertahan dengan gempuran yang ada? Apakah sehat semuanya? Jadi perlu untuk mepersiapkan mental dan fisik kita. Terutama harus sehat semuanya. Jangan sampai apa yang kita pelajari menjadikan diri sakit-sakitan. 

3. Episode 4 Cara Mengatur Jadwal Belajar Bahasa Asing

Podcast tentang mengatur jadwal belajar

Menurutku ini menjurus ke arah potensi atau passion diri. Metode yang diterapkan Kak Reffi ini bisa digunakan untuk belajar otodidak lainnya. Yups Kak Reffi belajar otodidak Bahasa Asing antara lain Korea, Inggris dan Jepang. Meski ada belajar di formal tapi Kak Reffi masih belajar otodidak agar semakin mahir penggunananya.

Sarannya gunakanlah jurnal harian atau google kalender untuk pengingat kita dalam belajar. Agar kita tahu sudah sampai manakah cara kita belajar dan pemahaman kita. Bagaimana Kak Reffi mengatur jadwal belajarnya adalah :

  • Sedikit tapi Konsisten


Belajar langsung banyak tapi setelahnya tidak belajar lagi atau belajar masih lama sekali. Ini kurang baik untuk dilakukan. Sebaiknya sedikit demi sedikit agar menjadi terbiasa. Gunakan waktu 15 menit dalam sehari untuk belajar.

Gunakan teknik podomoro, dalam waktu 20 menit : 10 menit pertama fokus belajar, 5 menit istirahat dan 5 menit terakhir fokus lagi. Jika masih baru belajar lakukan setiap hari. Kalau sudah ada hasil baru mulai dijeda. Tapi tetap dalam seminggu ada waktu untuk belajar.

  • Targetkan Capaian


Belajar bahasa asing di negara yang mayoritas berbicara bahas Indonesia menyebabkan kita tidak langsung mahir. Targetkan dalam tiga bulan terbiasa dengan tulisan dan pembacaannya. Enam bulan sudah bisa komunikasi dasar, setahun sudah bisa menulis dasar.

Tidak memaksakan diri untuk segera lancar berbahasa. Belajar apapun itu jangan paksakan diri untuk lancar ini itu. Baru dua bulan menulis kecewa karena belum mengeluarkan buku solo sendiri misalnya. Agar kita tidak kecewa buatlah target yang tidak muluk-muluk.

Dari targetan inilah aku belajar untuk pelan-pelan dan bersabar dalam mempelajari segala hal. Menjadi ahli dikarenakan jam terbang dan sudah terbiasa gagal.

  • Cari Sumber Materi


Sudah ada jadwal dan target yang ingin dicapai. Carilah materi yang sesuai dengan level yang kita mau capai. Baru mau belajar menulis maka carilah materi teknik atau tips dasar menulis. Kemudian cari materi lainnya sesuai tingkatan yang mau dicapai dan sudah dicapai.

Cukup sekian materi yang aku dapatkan dari podcast kata reffi. Masih ada konten menarik lainnya yang belum aku dengarkan. Dari judulnya saja sangat bagus untuk pengembangan diri. Karena ini sesuai dengan pengalaman Kak Reffi sendiri. semoga bermanfaat, jangan lupa untuk mampir ke podcasnya, ya di spotify. 
Viandri
Seorang perempuan yang menikmati perjalanan. Suka berpergian sendiri. Selalu percaya bahwa Sang Pencipta tidak pernah meninggalkan sendirian.

Related Posts

1 comment

  1. Terima kasih yaa semoga bermanfaat podcastku lainnya😊

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email