Persahabatan dalam Islam Akan Dirindu Jika Berjauhan

Post a Comment
Persahabatan dalam islam
Persahabatan dalam Islam, persahabatan yang awalnya tidak pernah saya bayangkan. Sejak kecil saya tidak pernah punya teman yang dekat sekali. Untuk mempercayai orang tidaklah mudah. Karena seringnya melihat hubungan pertemanan yang katanya sahabat berkhianat atau tetap mengobrolkannya dibelakang. Saya tidak mau berteman sampai menjadi sahabat.

Ada pertemanan yang menurutku sampai menjadi sahabat. Ini pun karena memiliki satu visi misi yaitu mengejar pendidikan dan rencana masa depan masing-masing. Meski awet tetap saja banyak hal yang tidak bisa saya ceritakan secara bebas. Kami sebatas menceritakan kegiatan masing-masing di tanah rantau.

Pertama kali bersahabat karena Allah ketika merantau. Mungkin ini doa saya sebelum merantau agar dipertemukan dengan orang-orang yang mendekat kepada-Nya. Pertemanan karena Allah membuat saya percaya pada orang lain. Tidak ada rasa takut akan disebarkan aib diri ke orang lain.

Rasanya Persahabatan dalam Islam


Dan barang siapa menaati Allah dan RasulNya, mereka itu akan bersama sama dengan orang-orang yang dianugrahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang syahid, dan orang-orang shalih. Dan teman mereka itulah sebaik-baiknya teman. (QS. An-Nisa’).

Kunci utama dalam persahabatan adalah kepercayaan. Siapa yang bisa menjamin jika manusia saja bisa berdusta? Maka landaskan persahabatn itu pada Allah SWT. Jika semua kegiatan yang dilakukan bersama teman menuju ke Allah, maka kepercayaan akan datang dengan sendirinya.

Niat awal adalah bersama-sama untuk beribadah kepada Allah. Saling mengingatkan dalam kebaikan maupun kesalahan. Dalam memberikan masukan pun didiskusikan dengan baik-baik. Hal ini masih saya pelajari pelan-pelan, jika mendapatkan kritikan maupun mengingatkan akan kesalahan semuanya dicari dulu akar permasalahannya. Dicarikan contoh pada sahabat Rasul dahulu atau dalam Al-Quran.

Saling mendoakan, meski tidak harus dikatakan pada orangnya. Tapi mendoakan baik mendengar yang baik maupun yang buruk. Mendoakan agar selalu bersama-sama sampai surga-Nya. Mendoakan agar selamat di dunia maupun akhirat. Dan doa-doa lainnya.

Merindukan meski berjauhan. Tidak selamanya komunikasi lancar, bahkan bisa berbulan-bulan sampai bertahun tidak komunikasi. Tapi tidak mengecilkan tali silaturahmi. Tetap terhubung meski berjauhan. Apalagi rasa rindu melanda karena kegiatannya yang mengedepankan Allah daripada diri. Rindu akan obrolan tentang Islam dan segala hal yang bisa dihubungkan dengan aturan Allah.

Persahabatan Rasul dan sahabat-sahabatnya menjadi landasan. Jadi tidak akan bosan-bosannya menyimak, berdiskusi tentang bagaimana sinkronisasinya di masa sekarang. Menapaki kerasnya Umar bin Khatab, lembutnya Abu Bakar as Sidiq, dermawannya Utsman bin Affan dan sahabat lainnya.

Sahabat karena Allah tidak ada rasa takut akan diumbar aib-aibnya. Karena tahu bahwa jika membicarakan aib saudaranya seperti memakan bankai saudaranya sendiri. Ini lah yang kami tanamkan pada pribadi masing-masing. Makanya belajar untuk mendengar apa yang seharusnya didengar dan menutup telinga apa yang seharusnya tidak didengar.

Hubungan ini tidak hanya diterapkan pada sahabat, melainkan ke semua orang. Siapapun yang mau berteman akan saya perlakukan seperti itu. Sebatas hubungan yang memegang kepercayaan. Tidak sampai ranah pribadi sekali. Tetap itu adalah milik privasi. Karena sahabat sampai surga maka terus menyebarkan ke orang lain juga. Agar sama-sama kembali kepada-Nya.

Jauh dari sahabat seperti ini menyadarkan saya betapa nikmat bersahabat karena Allah adalah nikmat luar biasa. Maka pegang erat sahabat yang mau saling mengingatkan dan menegur ketika salah. Karena menemukannya susah tapi kalau sudah jauh akan dirindukan sekali.

Saya pun masih belajar untuk terus bersikap seperti bersama sahabat meski sudah jauh. Karena persahabatan dalam Islam sungguh anugerah luar biasa yang saya dapatkan. Membuat saya bisa mempercayai orang lain dan diri saya. Semoga saya bisa menyebarkan sikap-sikap yang Islami.

Terima kasih sudah berkunjung.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email