JurnalViandry

Menulislah untuk Amal Jariah

Post a Comment
Menulislah untuk amal jariah
Bekal hidup manusia adalah amal jariah. Amalan ini bisa didapatkan hanya ada di dunia saja. Maka perbanyaklah amalan selagi ada di bumi Allah ini. Salah satu amalan jariah adalah menulis. Materi ini saya dapatkan dari kelas trainer menulis Coach David Ming. Saya hanya ikut mendampingi proses jalannya kelas, tapi ilmu yang disampaikannya mengingatkan pada diri sendiri bahwa apapun yang kita kerjakan harus dijadikan amal sholeh.

Menulis adalah kegiatan menuangkan ide dalam bentuk tulisan yang dibukukan. Alasan mengapa buku masih relevan untuk saat ini adalah sebagai salah satu sumber keilmuan yang bisa dipertanggungjawabkan. Juga buku masih menjadi hal penting dalam peradaban manusia. Dengan tulisan maka kita pun bisa memahami ayat-ayat Allah baik yang tersurat maupun tersirat.

Mengapa menulis jadi amal jariah?


Mari kita ulik dahulu alasan perlunya menulis buku. Mengapa perlu penulis? Rangkumannya seperti ini :
  • Personal branding dan corporate branding.
Dengan menulis buku akan memberikan nilai pada seseorang dan perusahaan. Baik perusahaan pribadi maupun partner kerjanya. Dengan memiliki karya buku dan tulisan orang akan melihat bahwa kita sebagai penulis. Dengan menulis perusahaan akan semakin melejit karena pengetahuan orang semakin banyak tentang kelebihan perusahaan.
  • Leverage bisnis
Siapa bilang menulis adalah pekerjaan sendirian. Menulis adalah pekerjaan yang melibatkan banyak orang. Perlu riset untuk tulisan baik lewat buku maupun wawancara langsung ke sumbernya. Maka dari menulis bisa mendatangkan relasi-relasi baru.
  • Penghasilan besar
Banyak tulisan menjadi ladang rezeki orang. Maka tidak heran profesi penulis bisa menjadi pilihan orang-orang. Sebut saja karya-karya dari Tere Liye, Andrea Hirata dan lain sebagainya. Menulis juga memberikan dampak pada latar tempat sebuah novel. Contohnya novelnya Hirata tentang Belitong. Hal ini dijadikan tempat wisata. Yang bisa mendongkrak perekonomian daerah. Menulis yang dijadikan buku akan berdampak besar pada orang lain.
  • Menggalang dana amal.
Dari menulis akan memberikan empati lebih pada pembacanya. Contohnya pada kegiatan sosial bernama kitabisa.com menjadikan tulisan sebagai cara mengajak orang lain untuk berdonasi. Menceritakan bagaimana kondisi orang yang yang perlu bantuan dengan apik sehingga pembaca merasakan penderitaannya. Jadilah mau menggerakan tangan untuk mengulurkan bantuan.
  • Amal jariah yang mengalir deras.
Ilmu yang ditulis dan dibukukan akan menjadi amal jariah tak terhingga. Buku-buku yang memberikan dampak positif pada orang lain. Maka perubahan baik pada orang lain akan menjadi bekal amal hidup kita.
Ilmu agama yang dituliskan oleh ilmuwan zaman dulu masih dijadikan pedoman dalam ibadah. Salah satunya yang ada di Indonesia adalah Buya Hamka. Pemikiran filsafatnya mengarahkan banyak orang agar tidak jauh dari aturan Allah. Karena banyak filsafat yang menjadikan orang tidak ber Tuhan.
  • Warisan di masa depan.
Apa artinya ilmu yang luar biasa tidak dituliskan? Apakah ia akan selalu diingat oleh generasi selanjutnya? Belum tentu. Maka perlulah untuk menulis. Hal ini akan dijadikan warisan masa depan anak cucu kita. Maka buatlah tulisan yang bisa dimanfaatkan sepanjang masa.

Dari semua alasan mengapa perlunya menulis dan dibukukan adalah “niat karena ibadah”. Jika kita niatkan untuk ibadah maka tulisan kita bukanlah tulisan yang mubazir. Tulisan kita akan mencakup hal di atas.

Menulislah untuk amal jariah kita ke depannya. Karena hidup tidak sekedar hidup. Hiduplah untuk keberkahan.

Terima kasih sudah berkunjung.
Viandri
Seorang perempuan yang menikmati perjalanan. Suka berpergian sendiri. Selalu percaya bahwa Sang Pencipta tidak pernah meninggalkan sendirian.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email