Mendaur Ulang Limbah Fashion di Kota Prato Italia

24 comments
Mendaur ulang limbah fashion
Mendaur ulang limbah fashion menjadi tulisan untuk tema hari ke 23 di ODOP Indonesian Content Creator. Tema fashion yang saya kurang perhatikan untuk pakaian harian. Jadi saya memilih untuk menulis dengan hal yang berbeda. Tulisan ini berdasarkan laporan berita BBC Indonesia yang saya lihat di instagram. Di unggah tanggal 15 Desember 2020.


Kebanyakan orang melihat fesyen sebagai sebuah keindahan atau kemewahan. Apakah mereka tahu bahwa pakaian bisa menjadi limbah yang merusak lingkungan? Limbah ini paling berpolusi no 2 di dunia. Apakah mereka menyadari bagaimana penanggulangan limbah ini? Jarang sekali yang melihat untuk memikirkan limbah ini.

Biasanya baju bekas akan dijual lagi, diberikan pada orang lain atau dibakar. Tapi kebanyakan hanya terdampar di pembuangan sampah tanpa ada kelanjutannya. Dibakar juga memberikan dampak buruk pada udara yang kita hirup. Mungkin sering menjadi solusi dalam buku-buku pelajaran dijadikan kain perca untuk kerajinan. Tapi seringnya yang dipakai adalah sisa kain dari limbah jahit pakaian.

Mendaur Ulang Limbah Fashion


Ada beberapa kota di luar negeri yang memiliki usaha daur ulang pakaian bekas. Salah satunya adalah Kota Prato di Italia. Mereka telah melakukan proses daur ulang turun temurun dari nenek moyangnya. Ratusan tahun yang lalu masyarakat kota Prato melakukan daur ulang untuk memiliki pakaian baru. Alasan pertamanya adalah untuk membeli pakaian baru tidak sanggup, maka memanfaatkan pakaian bekas menjadi baru.

Perkembangannya kota ini memiliki ratusan perusahaan yang mendaur ulang baju bekas dari berbagai negara. Pakaian sisa dari donasi yang tidak terpakai sebagian besar didaur ulang di kota ini. Hampir 15% limbah pakaian dari seluruh dunia dibuang di sini.

Proses daur ulang :

  • Pertama pakaian bekas dari seluruh penjuru dunia didatangkan ke kota Prato.
  • Pakaian dipilah-pilah berdasarkan warna dan bahannya.
  • Pembuangan pernak pernik pakaian, seperti kancing, resleting, komponen material lainnya yang harus dibuang. Menyisakan bahan kain saja.
  • Pembersihan kain dari kotoran dan warna kimia.
  • Setelah itu dicuci dengan formula khusus untuk benar-benar bersih.
  • Kain dipotong-potong sampai menjadi bahan baku.
  • Kemudian bahan baku dipintal untuk dijadikan benang dan terakhir bahan kain.
  • Setelah proses ini selesai akan diambil oleh perancang mode atau perusahaan khusus pembuat baju baru.

Perusahan daur ulang di Prato memiliki kekhususan masing-masing. Ada yang khusus pemintalan, pembuat baju baru, proses pembersihan dan lain sebagainya.

Dampak Mendaur Ulang Limbah Pakaian


Pakaian yang setiap tahunnya selalu diperbaharui tidak sepadan dengan penanganan sampahnya. Maka dengan cara pendaur ulang yang seperti di kota Prato ini akan memberikan dampak yang baik untuk lingkungan. Terutama mengurangi emisi karbon dua kali lipat lebih daripada membuat pakaian baru dari material baru.

Sebagai salah satu alternatif bahan pakaian baru yang bisa mengurangi perusakan lingkungan hidup.  Dampak pada hewan yaitu memberikan kesejahteraan karena tidak mengambil wol dari bulunya. Hal ini menyebabkan hewan tidak mudah stres.

Berbeda dengan kota Prato, di Panipat salah satu kota daur ulang di India. Menghasilkan selimut yang murah untuk warga Afrika. Hasil dari mendaur ulang pakaian ini diekspor murah ke negara Afrika. Membantu mereka memiliki pakaian baru.

Saya kira dengan adanya mendaur ulang limbah fashion akan memberikan dampak yang baik bagi setiap negara. Jika benar-benar dilakukan. Hanya saja hilangkan gengsi karena memakai baju dari kualitas bekas. Padahal prosesnya pun tidak mudah dan bisa menjadi berkualitas jika ada yang benar-benar mempelajarinya. Saya tidak tahu di Indonesia ada atau tidak. Kalau pun ada semoga bisa mengurangi limbah pakaian di Indonesia.

Terima kasih sudah berkunjung. 

Related Posts

24 comments

  1. Ahh, bener buangett ini Mba.
    Kok ya ngga mikir sejauh itu ya, kalo ternyata pakaian bs jadi limbah, yg makin membebani planet Bumi.
    Sip, keren banget kalo ada program daur ulang limbah fashion.

    ReplyDelete
  2. wah iya, limbah fashion juga harus dikelola ya mbak
    biar nggak menambah kerusakan lingkungan

    ReplyDelete
  3. Nah ini menarik. Limbah fashion ini juga membuat rusak lingkungan bukan? Dengan adanya daur ulang tentunya bisa menunda atau membatalkan adanya limbah yang bisa merusak lingkungan

    ReplyDelete
  4. Setelah baca artikel di atas, maka dari situ saya belajar kak untuk menghargai baju lama ya. Dan tidak perlu juga boros sering beli baju baru. Jika baju lama masih layak pakai, pakailah, tak perlu malu apa kata orang. "Ih, baju lu itu2 aja", jawab aja: "bodo' amat, yang penting bersih dan wangi".

    ReplyDelete
  5. Harga pakaian banyak yang murah dengan model bagus. Di satu sisi memang menyenangkan karena semakin banyak yang bisa memakai pakaian layak dengan harga terjangkau. Tetapi, juga bisa mendorong untuk konsumtif.

    Saya juga rasanya suka pengen beli baju terus kalau gak ingat limbah fashion bisa jadi masalah. Senangnya yang mau mendaur limbah fashion, ya.

    ReplyDelete
  6. Pakaian bekas tidak terpakai sebaiknya dibagi menjadi 2 yaitu
    1. Layak pakai ->> Bisa kita sumbangkan ke orang yg lebih membutuhkan
    2. Tidak layak pakai ->> Limbah Fasion ->> Bisa di daur ulang.

    ReplyDelete
  7. Menarik juga ya ada perusahaan daur ulang pakaian. Kadang kalau lihat pakaian numpuk saya kasih buat saudara sih.

    ReplyDelete
  8. keren ya daur ulang limbah fashion ini

    karena mendorong orang berpikir ulang

    hnya membeli yang berbahan bagus (mudah dipermak) dan lebih peduli pada lingkungan.

    ReplyDelete
  9. btw, di Indonesia... ada perempuan hebat yang berhasil mendaur ulang limbah fashion dan keren banget
    coba cek aja di ig: pable.id
    keren banget sih
    hampir sama kayak di Prato

    ReplyDelete
  10. Keren ya ada perusahaan untuk mendaur ulang limbah pakaian. Mungkin saja di Indonesia ada Mbak. Tapi, belum saja terkuak. Kalau seperti ini kan bisa menjaga kelestarian bumi kita.

    ReplyDelete
  11. wah baru tau dari kain bisa dipintal ulang jadi benang dan berubah jadi kain baru... tentunya teknologinya enggak murah ya...

    ReplyDelete
  12. keren.. moga di Indonesia juga nantinya ada daur ulang limba fashion, secara limba fashion ini termasuk limbah yang sulit terurai dan jumlahnya terus meningkat tiap tahunnya.

    ReplyDelete
  13. Keren nih ya bisa mendaur ulang limbah fashion, mulai sekarang memang tidak perlu boros membeli pakaian selain bisa mix n match juga.

    ReplyDelete
  14. Wah bisa juga kali ya ini diterapkan di Indonesia, memang kayanya dimana-mana lagi digalakkan gerakan zero waste yaa, jadi limbah-limbah itu diolah dan didaur ulang

    ReplyDelete
  15. Daur ulang seperti di Italia menjadi hal baru literasi bagi saya, kota terkenal dengan sepakbola. Pengelolaan daut ulang di negeri Eropa bisa menjadi pembelajaran.

    ReplyDelete
  16. MashaAllah. Gak menyangka bahwa ada salah satu bagian dari bumi ini yang berkenan mengolah kembali pakaian bekas. Dan itu prosesnya lumayan panjang. Butuh langkah-langkah yang juga membutuhkan konsentrasi pada pengerjaannya. Luar biasa.

    ReplyDelete
  17. Semoga ada juga di Indonesia yang banyak mengolah limbah pakaian bekas, karena daku pernah dengar sampah pakaian itu termasuk banyak juga

    ReplyDelete
  18. Indonesia bisa nih mencontohnya.. Pasti deh gak sangka bahwa bisa menghasilkan produk yg keren dari sisa limbah fashion

    ReplyDelete
  19. limbah fashion memang akan semakin banyak, apalagi kalau fashion yang fast moving ya. salah satunya yang bisa kita lakukan dengan memilah mana baju yang masih bisa layak digunakan untuk diberikan ke orang lain.

    ReplyDelete
  20. Wah keren banget nih ya kak Ada Proses daur ulang pakaian gini. Karena sebenarnya limbah pakaian dari rumah itu buanyak banget. Saya sampai sedih melihat berdus-dus pakaian itu

    ReplyDelete
  21. Kalau ada proses daur ulang baju seperti ini niscaya limbah sampah kain dan pakaian ga akan banyak ya kak ..etuju nih semoga cepat ada sistem ini juga di Indonesia

    ReplyDelete
  22. Daur ulang plastik, saya sudah sering dengar. Daur ulang kertas pernah baca juga. Tapi daur ulang fashion ini baru sekali ini tahu informasinya. Dan ada satu kota yang punya banyak industri daur ulang fashion, keren banget ya. Semoga aja di Indonesia juga segera ada industri kayak gini

    ReplyDelete
  23. Inovatif banget ini. Sebelumnya aku juga mikir apa mungkin baju-baju yang bekas kita pakai itu bisa kita reuse. Ternyata beneran bisa ya. Keren.

    ReplyDelete
  24. Misinya bagus banget ya. Kadang saya heran, kok bisa pakaian daur ulang bisa dijual murah. Padahal biaya produksinya jauh lebih mahal daripada produk baru. Biasanya harga jualnya lebih mahal.
    Mungkin karena itulah di Indonesia belum banyak yang memproduksi pakaian daur ulang seperti di Italia ini.

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email