Penthouse : Akibat Orang Tua Memaksakan Impian ke Anak

Post a Comment
Drama penthouse yang baru selesai season pertama mengangkat kisah akibat orang tua memaksakan impian kepada anak. Drama dengan latar belakang sosial kelas atas ini mengedepankan pendidikan anak-anak agar tidak memalukan. Setidaknya sama seperti orang tuanya atau keluarga besarnya.

Sebelum aku ceritakan isi tulisan ini izinkanlah aku curhat terdahulu. Aku kebingungan untuk menulis tentang parenting. Sebagai orang yang masih single belum berani untuk menulis tips atau ilmu parenting bagaimana. Tadinya akan menulis pendidikan dari orang tua, tapi tidak ada ide yang muncul. Aku mau bolos saja hari ini, tapi teringat habis nonton drama yang ada tema pendidikan orang tua. Kebetulan baru selesai hari ini untuk season pertama.

Aku ambil tema akibat memaksaakan impian orang tua ke anak. Tema ini memang tidak pernah habisnya untuk dibahas. Dari kisah nyata maupun fiksi ini menjadi cerita yang menguras emosi. Bisa kesal kepada orang tuanya atau kepada anaknya. Dua-duanya bisa mengesalkan. Atau kasian pada orang tuanya atau anaknya, bisa keduanya atau salah satunya.

Sinopsis Drama Penthouse


Drama yang disiarkan stasiun tv SBS dengan jumlah episode 20(revisi 21). Tayang setiap hari Senin dan Selasa. Akan ada season selanjutnya. Sekilas cerita di drama ini ada campuran antara Sky Castle, The World of Married dan Class of Lies. Tentang pendidikan mirip Sky Castle, orang tua yang mengendepankan anaknya harus menjadi no satu di sekolah. Sama seperti semua Penghuni Hera Palace, apartemen mewah yang ada di kota Seoul. Semua orang tuanya berusaha untuk menjadikan anak meraka adalah yang paling hebat. Meski kenyataannya banyak kekurangannya.

Mirip The World of Married karena ada intrik perselingkuhan para pemain utama. Antara Cheon Seo jin istri dari Ha Yeon Choel –seorang dokter dari keluarga biasa saja- dengan Jo Dan Tae orang yang ahli dalam investasi real estate pemilik penthouse Hera Palacae suami dari Shim Su Ryeon perempuan yang tidak pernah hidup miskin.

Ada bagian dari Class of Lief, bagian adegan anak-anak Hera Palacae yang masih SMA melakukan bullying dan kekerasan pada Min Seol Ah. Gadis yang menyamar tutor dari luar negeri ternyata seumuran dengan mereka. Min Seol Ah anak panti yang hidupnya pas-pasan. Namun memiliki kecerdasan di atas anak-anak Hera. Sayangnya Seol Ah tidak bisa melanjutkan sekolahnya karena terbunuh.

Pada season ini fokusnya pada siapa dalang pembunuhan Min Seol Ah dan siapa gadis ini bagi warga Hera. Permasalahan tidak hanya martabat keluarga, anak-anak juga terlibat.

Akibat Orang Tua Memaksakan Impian Kepada Anak di Penghuni Hera Palace


Akibat orang tua memkasakan impian kepada anak

Pendidikan ini yang paling ditonjolkan pada keluarga Cheon Seo Jin. Ayahnya sebagai direktur Cheong ah Arts School. Sebagai anak dari direktur dan guru di SMA ayahnya. Seo Jin tidak ingin anaknya gagal masuk ke SMA tersebut. Seo Jin sendiri menginginkan posisi direktur seperti yang dijanjikan waktu SMA dulu oleh ayahnya. Akibatnya Seo Jin tidak mau anaknya gagal dalam berbagai audisi, ujian sehingga memaksa Ha Eun Byul untuk belajar keras. Dan membantunya dengan sogokan, memberikan contekan jawaban dan menyingkirkan lawan anaknya.

Demi martabat di depan Ayahnya segala hal dilakukan. Karena tidak ingin posisi direktur beralih ke adiknya. Seo Jin sadar diri karena ia menikahi laki-laki yang tidak memiliki kekuasan apapun. Selain bekerja sebagai dokter.

Akibat yang terjadi pada anak antara lain :

  • Anak menjadi Selalu Benar


Anak meniru orang tuanya yang selalu menutupi kesalahan yang dilakukannya. Sehingga meraka tidak tahu rasanya untuk meminta maaf, merasa bersalah apalagi menyesal. Apa yang mereka lakukan jika ada dukungan dari orangtuanya berarti benar. Sekalipun salah mereka tetap merasa benar.

Ini terjadi pada anaknya Jo Dan Tae, Jo Seok Kyung, anak perempuannya selalu merasa benar meski ia salah. Menerima semua kecurangan yang diberikan oleh ayahnya.

  • Menjadi Pelaku Bullying


Sebagai anak-anak orang kaya mereka memperlakukan orang yang miskin semena-mena. Alhasil perilaku ini menyebabkan insiden Min Seol ah jadi korban dari kekesalan anak-anak Hera. Karena merasa disaingi. Mereka juga tak segan untuk mengancam dan memukul jika menghalangi jalan hidup anak-anak di sekolah.

Ha Eun Byul mengancam saingannya (Bae Ro Na) untuk melakukan apapun yang ia mau termasuk keluar dari sekolah. Selain sebagai saingannya, Ro Na juga menjadi ancaman karena disukai oleh laki-laki yang diskuai Eun Byul

  • Depresi Akut


Ha Eun Byul depresi akut karena bayang-bayang kesalahannya pada Min Seol ah. Dulu ia yang membully dengan yang lainnya. Paksakan Seo Jin, ibunya agar selalu menjadi no satu di sekolah. Semakin depresi karena saat audisi ia sendiri yang mempunyai bahan audisi berbeda dengan teman-temannya.

Pada saat pidato, yang lainnya menghafal menggunakan Bahasa Korea. Ia sendiri menggunakan Bahasa Inggris yang sama persis dengan dilayar audisi. Mengetahui orang tuanya akan bercerai membuat Eun Byul bertambah depresei. Ibunya ternyata selingkuh dan diaudit oleh jaksa membuat Eun Byul depresi tidak mau berbicara.

  • Anak Terbiasa Dengan Suap dan Penipuan


Anak-anak Hera tidak ada yang pintar kecuali Jo Seok Hon anak Jo Dan Tae. Sisanya adalah dengan cara menyuap Seo Jin agar anak-anaknya bisa masuk sekolah Cheong Ah. Tidak hanya jawaban, prestasi, kegiatan lainnya sebagai syarat untuk masuk kuliah juga banyak yang dipalsukan. Anak-anak merasa biasa saja, karena orang tuanya pun sudah biasa saja.

Aku masih penasaran apakah mereka benar-benar tidak menyesal di kemudian hari? Harus menunggu season selanjutnya. Bahkan akan sampai season ketiga. Seok Kyung kemabarannya Seok Hon tidak merasa bersalah karena melakukan penipuan. Ia malah berpesan pada ayahnya agar tidak miskin. Karena kemiskinan tidak bisa ditolerir katanya. Apakah ia akan berubah diseason selanjutnya? Tunggu saja hehe.

Akibat orang tua memaksakan impian kepada anak sangat mengganggu mental dan perilaku anak dalam bersosialisai. Mereka tidak tahu antara hitam dan putih. Mereka hanya mengetahui saja. Tidak ada jejak kesalahan yang telah mereka perbuat. Semoga dalam dunia nyata sudah berkurang untuk memaksakan anak sesuai keinginannya.

Terima kasih sudah berkunjung. 

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email