Keluarga Multikultural Korea My Neighbor, Charles

Post a Comment
Keluarga Multikultural

Reality Show Korea My Neighbor, Charles menceritakan perjuangan keluarga multikultural yang tinggal di Korea. Tayang di saluran TV KBS, dipandu oleh . Program yang tayang secara global melalui kanal youtubenya KBS World TV. Selain perjuangan keluarga beda negara, cerita tentang orang-orang dari luar Korea yang tinggal di Korea. Baik untuk bekerja, belajar, karir maupun menikah.

Format acaranya adalah guest/tamu akan diundang ke landmark gedung desain Korea Dongdaemun Design Plaza(DDP), Jung-gu Seoul. Kemudian akan diperlihatkan perjalanan hidup tamu dalam kesehariannya. Keseruan hidupnya, perjuangan dalam hidupnya dan hal-hal yang sering dihadapinya.

Keluarga Multikultural Hong Hana, Ibu Single Parent dari Uzbekistan


Hong Hana perempuan dari Uzbek ibu single parent dari dua anak. Episode Hong Hana 108, th 2017. Baru saja bercerai dengan suaminya yang asli Korea bernama Hong Soallae. Hong Hana sudah tinggal di Korea 10 th, sekarang 13 th sejak kemunculannya di tv. Sudah menjadi warga Korea 6 th sampai tahun 2021. Bekerja sebagai penerjemah di pusat pekerjaan sebagai penerjemah orang asing yang mencari pekerjaan di Korea.

Hana seorang muslim berhijab yang bisa empat bahasa, Uzbek, Korea, Rusia dan Inggris. Memiliki dua anak perempuan dan laki-laki. Hong Jimin berumur 7 th dan Anur (nama Uzbek)/ Hong Jingi (nama Korea) berumur 4 th. Jimin anak perempuan yang dewasa, percaya diri dan bisa diandalkan. Anur, anak laki-laki berumur 4 th yang akan memasuki taman kanak-kanak.

Kesulitan Hana Tinggal di Korea


Hana memilih untuk bercerai dari suaminya karena tidak mau menjadi beban hidup bagi suaminya. Ia mengalami drepsesi setelah melahirkan Jimin, anak pertamanya. Diagnosa penyakitnya dari sakit kepala, migrain, depresi, terlalu khawatir, suka lupa dan mual. Ia harus meminum obat-obatan untuk mengurangi penyakitnya.

Tinggal di negara dengan kultur yang sangat berbeda mempengaruhi kehidupan Hana. Rasa sedih dan sepi karena hidup jauh dari keluarga dan negaranya menjadi pemicu depresinya. Sampai ia takut mempunyai penyakit demensia. Setelah dicek ke dokter, ternyata bukan demensia. Suka lupanya diakibatkan depresi Hana. Kurangnya Hana melepaskan penat di pikiran yang menjadikan jantung berdetak kencang.

Bersosialisasi agar mengurangi beban pikiran adalah saran dari dokternya. Memakan kacang-kacangan untuk mengurangi kelupaannya. Sering Hana lupa menyimpan barang-barangnya. Jadi ia harus bekerja ekstra keras untuk menjalani hidup sehari-hari.

Mendewasakan Jimin


Jimin anak pertamanya dididik agar mampu membantu ibunya. Ia mendidik secara perlahan-lahan apa saja yang harus dilakukan untuk mandiri. Mengajari masak hal sederhana, belanja makanan, mengawasi adiknya yang 4 tahun dan memahami keadaan orangtuanya yang berpisah. Jimin tumbuh menjadi anak kecil yang percaya diri dan dewasa.

Alasan Hana memperlakukan seperti itu, karena Jimin adalah anak pertama dan tidak ada orang lain yang bisa diandalkan. Kalau terjadi apa-apa dengan ibunya maka Jimin yang akan diandalkan pertama kali.

Selain mendewasakan Jimin, Hana juga mengajari kultur dari dua negara. Mengajari bahasa Korea, Uzbek dan Rusia karena ketiga bahasa ini sangat utama. Mengenalkan makanan Uzbek kepada anak-anaknya. Meski Jimin lebih suka masakan Korea dan Anur masakan Uzbek, tidak ada paksaan untuk menyukainya.

Mantan Suami yang Perhatian


Perceraian mereka dengan persetujuan sehingga tidak ada saling membenci. Alasannya Hana tidak ingin menjadi beban suaminya karena penyakitnya. Apalagi laki-laki di Korea fokus dalam pekerjaan. Mantan suaminya seorang CEO, ia sibuk tiap hari dan terkadang weekend.

Mereka masih saling komunikasi dan berteman baik. Hana tidak ingin anak-anaknya kehilangan sosok seorang ayah seperti dirinya. Maka anak-anak sering bertemu atau menginap di rumah ayahnya tiap akhir pekan. Suaminya pun memahami sakitnya Hana, maka ia pun rela melepaskan pernikahannya.

Suminya pun merasa, Hana rela datang ke Korea demi dirinya maka ia tak akan berkhianat. Meskipun mereka sudah pisah. Tapi ia tetap memperhatikan Hana dan anak-anaknya. Berharap mantan istrinya bisa sembuh dan terus tersenyum. Hana sendiri menganggap mantan suaminya orang paling dekat. Jadi apapun yang terjadi ia tetap meminta pertolongan padanya.

Karir dan Impian Hana

Single mom
Sebagai ibu tunggal, selain harus mendampingi anak-anaknya bertumbuh kembang, ia pun harus bekerja keras. Pekerjaannya yang fokus pada penerjemahan kadang dibutuhkan untuk urusan di kepolisian. Biasanya kasus-kasus yang dilakukan oleh orang-orang dari negara asalnya.

Dari hal itulah Hana punya wawasan untuk menjadi polisi bagian pidana orang asing. Ia telah dua kali test untuk menjadi polisi tapi gagal terus. Tapi ia tak berhenti mencoba untuk belajar lagi tiap tahun. Karena menjadi penerjemah dalam kasus pidana akan membantu orang lain dan juga sebagai cita-cita.

Lewat reality show ini Hana merasa lega karena bisa berbagi dengan orang lain. Keluarga multikultural di Korea awalnya memang belum bisa diterima oleh masyarakat. Adanya tontonan seperti ini mengajarkan masyarakat untuk bisa menerima kehadiran mereka. Mereka pun tidak mudah untuk bisa hidup di kultur berbeda.

Terima kasih sudah berkunjung. 

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email