Inovasi Membuat Novel Bersama Kak Okky Madasari

Post a Comment
Inovasi Membuat Novel

Belajar inovasi cerita novel yang diadakan oleh novelme.id bersama kak Okky. Kak Okky seorang penulis yang saya sukai karena novel-novelnya berlatar belakang kultur Nusantara. Selain itu Kak Okky juga menulis serie novel anak yang semuanya petualangan di wilayah-wilayah Indonesia. Pastinya mengangkat cerita dan budaya setempat.

Menurut Kak Okky dalam menuliskan novel perlu adanya kreativitas dan inovasi cerita. Kreativitas akan menghadirkan hal-hal baru yang menjadi inovasi. Syarat dua inilah untuk membuat novel yang tidak umum.


Bagaimana inovasi membuat novel itu?


Inovasi ini adalah keluar dari format-format yang klise. Misalnya novel tentang remaja anak sekolah. Format yang klise adalah cowok cool, cuek, dan anak basket. Kadang urakan. Romansanya pun dari cuek kemudian jadi perhatian.

Carilah format lain yang tidak biasa saja. Misalnya permasalahan anak sekolah yang harus mengerjakan tugas sekolah, tuntutan orang tua dan perceraian orang tua misalnya. Seperti itu, ada romansanya karena anak sekolah juga masa-masanya puber.


Tips Menulis Menurut Kak Okky


Cari inspirasi dari lingkungan sekitar, harapan masa depan, curhatan teman, cerita-cerita orang dulu atau masa lalu kita. Contohnya novel Entrok diinspirasi dari cerita nenek Kak Okky tentang tidak bisa membeli BH karena miskin. Dari sinilah ia mengolah kisah neneknya menjadi novel.

Inspirasi yang kita dapatkan jadikan ide yang matang agar bisa diolah lebih panjang. Caranya carilah sumber referensi yang banyak, riset mendalam apa saja yang akan terkait dengan isi novel.

Buat karakter tokoh yang kuat. Tidak hanya nama, tapi kuatkan dari sifat, latar belakang kehidupannya dan harapan hidupnya. Tidak ceritakan secara gamblang sifatnya pada pembaca. Gunakan teknik show don’t tell. Berikan deskripsi dengan sikap tokoh dalam menghadapi sesuatu.

Buat outline menulis novel. Outline akan membantu bagi penulis agar tidak keluar dari cerita awal atau mentok. Urutan outline yaitu :

  • Ide utama
  • Periode waktu
  • Konflik perbab
  • Penutup

Novel Entrok penulisannya menggunakan periode waktu. Hal ini membuat penulis tidak kebablasan dalam menulis maupun merasa adanya writer block. Periode pertama tahun 50’an sampai 60’an. Menceritakan kisah mudanya neneknya dalam problem membeli entrok. Periode kedua pernikahan neneknya, yaitu dari tahun 60’an sampai 70’an. Konfliknya sudah berbeda, ini tentang pernikahan. Dan seterusnya sampai periode terakhir.

Jika novel tidak menggunakan periode waktu. Gunakanlah periode tempat. Atau kalau waktunya singkat, tetap diatur menggunakan periode waktu. Misalnya anak sekolah. Ada tiga tahun, maka tulis periode kelas satu, kelas dua dan kelas tiga. Seperti ini contohnya.

Pertajam konflik. Konflik bukan berarti perkelahian dua orang atau adu pendapat. Konflik bisa terjadi hanya pada dirinya sendiri. Konflik adalah gap antara realita dan harapan.Konflik pada dirinya sendiri atau konflik batin.

Hal yang membuat penulis merasa jenuh atau writer block adalah kurangnya menjiwai cerita yang sedang dibuatnya. Misalnya terlalu fokus untuk terkenal atau fokus untuk segera diterbitkan. Kembalikan fokus menulis pada jiwa gelisah kita. Disitulah tersulut untuk terus menulis.

Pengetahuan baru dari kak Okky

Tidak semua hal receh, negatif, biasa saja tidak penting untuk jadi bahan tulisan. Bagaiamana kitanya yang bisa mengangkat menjadi tulisan yang bermutu.


Ada novel karya Kak Okky gara-gara memperhatikan dunia pergosipan online menjadi sebuah karya berjudul Kerumunan Terakhir. Karena ide ada di mana saja. Tidak bisa diambil dari kejadian yang luar biasa saja.

Inovasi membuat novel semoga semakin banyak yang mengerjakannya. Agar dunia karya sastra Indonesia semakin lebih baik lagi.

Terima kasih sudah berkunjung.

Viandri
Hai, saya seorang yang menyukai baca buku. Sedang belajar menulis dan senang berbagi kesan di sekitar.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email