JurnalViandry

Taman Udayana Mataram : Untuk Olahraga dan Mengasuh Anak

2 comments

taman udayana mataram untuk olahraga dan mengasuh anak

Mataram ibukota provinsi NTB memiliki taman yang luas dan asri. Sering disebut taman udayana Mataram, karena letaknya di kota. Meski ini taman di kota, tapi keasrian dan udara segar baik pagi maupun sore hari tetap sejuk untuk didatangi.

Pertama kali ke taman ini, untuk jalan-jalan di minggu pagi hari. Ternyata ada car free day sampai jam 10.00 siang. Bahkan taman ini luas dan masih banyak pepohonannya. Sebelum pandemi melanda, tiap Minggu pagi pasti ramai. Banyak berbagai macam jajanan atau dagangan dijajakan.

Sayangnya kenikmatan ini harus berakhir setelah aku baru beberapa kali asyik mengunjunginya. Aku ke jalan Udayana hanya untuk mengikuti senamnya. Seru, bebas siapa saja boleh ikut. Kalau mau ikut senam jam 07.00 pagi harus sudah sampai.

Taman Udayana Mataram di Masa Pandemi


Sepi benar-benar sepi tidak ada orang yang mau berkumpul. Apalagi awal-awal kemunculan sering kali patroli lewat. Malam pun sepi. Semua taman di Mataram pun sepi. Semakin berlalu pandemi belum hilang, orang-orang mulai berani datang di pagi maupun sore hari untuk olahraga.

Aku pun mulai memberanikan diri untuk jalan kaki setiap pagi hari, karena sepi pengunjung. Mulai ramai itu pukul 07.00 pagi dan sore hari dari jam 15.00. Jalan kaki dari tempat tinggalku ke taman kira-kira 15 menit. Tidak ada tujuan lain kalau untuk jalan kaki atau olahraga, ya adanya ke taman saja hehe.

Ke taman selain untuk olahraga, kadang juga buat duduk saja sambil menikmati sore hari untuk melepaskan penat di kepala. Atau untuk melepas bosan di dalam ruangan. Sekali-kali sambil jajan. Melihat-lihat orang berlalu lalang saja hehe. 

duduk santai sambil melepas penat

Letak Taman Udayana


Udayana sebenarnya jalan utama di kota Mataram. Jalan ini akan mengantarkan teman ke masjid Islamic Center, gedung DPRD kota Mataram, kantor imigrasi dan gedung lainnya. Nama taman ini aslinya adalah taman ceria, lebih terkenalnya udayana. Karena posisinya ada di jalan udayana. Dekat dengan bandara lama Lombok yaitu bandara Selaparang. Bandara ini sudah pindah di Lombok Tengah.

Meski di pinggir jalan dan di tengah kota, tempatnya cukup sepi dan asyik. Mungkin karena diredam oleh pepohonan rindang. Untuk jalan kaki mengitarinya dari taman sampai ujung tempat kuliner Udayana membutuhkan waktu satu jam.

Fasilitas Taman untuk Pengunjung


1. Tempat Rekreasi Anak-anak


Kalau datang sore hari, banyak anak-anak diajak orang tuanya untuk bermain di taman. Ada ayunan, perosotan, jungkat jungkit dan memanjat. Anak kecil didampingi orang tuanya tertawa dan bersenang-senang dengan teman barunya. Bahkan tanpa mereka kenal siapa namanya.

Selain tempat bermain ada juga kebun binatang mini. Mini sekali menurutku, hewan yang ada hanya monyet, burung dara dan angsa. Itu saja tidak lebih. Tapi cukup untuk memancing anak-anak melihat-lihatnya tanpa menganggu ketenangannya.

2. Rute Jalan Kaki atau Lari


Kadang orang malas olahraga meski jalan kaki karena panas. Nah teman tidak akan merasa kepanasan atau bosan jika olahraga di sini. Pepohonan yang rindang akan menyejukanmu dan melindungi dari panasnya terik matahari.

Rutenya juga tidak pendek sekali jalan 30 menit untuk mengitarinya. Tidak hanya bisa jalan kaki dan lari. Bersama teman-teman juga bisa mengadakan olahraga gerakan kecil di tengah-tengah taman ada area bundar. Bisa untuk duduk sambil ngobrol sama teman atau sekedar melakukan senam sederhana.

Ajak juga anak-anak untuk olahraga bersama, misal masih jomlo pun tidak masalah. Banyak anak muda maupun dewasa olahraga sendirian. Fokus olahraga yang mau dilakukan. Jadi tetap nyaman meski kita olahraga sendirian.

Jika mau bersepeda, ada jalur khusus di jalan udayana. Kalau tidak mau jalan kaki atau lari di rute yang disediakan bisa di jalur sepeda. Saling menghormati agar tidak salah paham. Sepertinya akur-akur saja antara pelari dan pesepeda.

3. Tempat Kuliner dan Jajan

Kuliner yang bisa dinikmati di taman udayana

Namanya teman berkumpul orang banyak pasti ada yang berjualan. Kan lumayan membantu melepas dahaga dan lapar sehabis olahraga atau membelikan jajan anak-anak dan keluarganya.

Jajanan dan minuman yang ditawarkan antara lain :

  • Es kelapa muda, harga satu kelapanya Rp 10.000. Kalau beli es kelapa biasa hanya Rp 5.000.
  • Susu Kurma, dari harga Rp 8.000 sampai Rp 15.000
  • Susu kedelai, sama dengan harga susu kurma.
  • Pedagang musiman. Misalnya sedang musim buah alpukat atau rambutan atau pepaya.
  • Cilok Lombok, dari Rp 5.000 sampai terserah mau beli berapa. Jangan berpikir cilok itu aci dicolok ya teman. Cilok di sini adalah bakso kecil dan tahu berisi bakso. Itu namanya cilok. Aku pun kaget pas awalnya. Berharap cilok Bandung kenyataan bukan hehehe. Ada cilok kukus dan goreng.
  • Rujak buah, harganya Rp 10.000
  • Warung makan, jual aneka soft drink, mie dan nasi.

Ini adalah kuliner satu deret dengan tempat jalan kaki, ya. Yang jualan pada sore hari, karena kalau pagi maupun siang hari berbeda lagi.

Kalau mau menyebrang atau jalan lurus lagi akan menemukan berbagai macam menu. Dari menu ayam, sate bulayak khas Narmada (harganya Rp 25.000 satu porsi), ada jagung bakar favorit harganya Rp 5.000 biasanya jualan sore sampai malam. Jagung rebus, kacang rebus, batagor, somay juga ada.

4. Car Free Day


Car free day yang biasanya diadakan pada pagi hari sekarang harus berhenti dulu. Ramai sekali kalau car free day. Sayangnya aku belum pernah cicip jajanannya. Sudah berakhir karena corona.

Di car free day selain jajanan, dijual juga pakaian dan hasil tani. Aku suka beli buah yang segar-segar atau sayur hijau. Semoga pandemi segera berakhir dan diadakan CFD lagi, agar ku bisa mencicip makanan.

5. Menikmati Sore Hari

Kesejukan karena pepohonan di taman

Taman ini memberikan rasa tenang dan nyaman dengan adanya banyaknya pohon rindang. Juga di samping taman ada hamparan sawah, kebetulan sedang panen. Juga ada bibit tanaman hias dan rumput. Kalau sore hari akan terlihat matahari terbenam, asyik banget kan sambil kita olahraga.

Ada bangku taman yang disimpan di trotoar maupun di tamannya. Kalau ramai-ramai bisa duduk-duduk di trotoarnya. Selain bersih dan luas pula. Banyak orang duduk sambil makan dan tertawa bersama teman maupun keluarganya.

Tempat asyik untuk berkumpul dengan teman, janjian maupun sendirian. Orang-orang sibuk dengan kebahagiaannya masing-masing. Aku pun menyukai teman ini.

Saran untuk Pemda Kota Mataram


Senang banget kan kalau ada tempat bisa berkumpul. Pasti jadi tempat favorit dan pengunjung pun berdatangan. Tapi sayangnya ada yang menurutku miris melihatnya yaitu :

Fasilitas mainan anak-anak tolong diperbaiki lagi. Soalnya sudah ada yang rusak, tidak jelas, kurang berwarna. Karena dunia anak penuh dengan warna jadi perbaiki atau perbarui lagi. Bagusnya lagi ditambah.

Tetap rawat pepohonan yang ada di taman udayana, agar bisa terus dinikmati masyarakatnya sampai anak cucunya. Semoga tidak ada pembangunan yang merusak keasrian taman karena kerakusan manusia.

Taman udayana Mataram yang selalu menjadi tujuanku untuk olahraga dan melepas penat semoga semakin terawat. Kalau teman main ke Lombok jangan lupa untuk mampir ke sini, ya. Kita nikmati kesejukannya dengan makan sate bulayak khas Narmada. 
Viandri
Seorang perempuan yang menikmati perjalanan. Suka berpergian sendiri. Selalu percaya bahwa Sang Pencipta tidak pernah meninggalkan sendirian.

Related Posts

2 comments

  1. Lombok salah satu daerah yang sudah lama ingin saya kunjungi tapi sampai saat ini belum kesampaian.

    Di tengah kota ada taman yang asri terasa banget sejuknya ditambah di dekatnya ada sawah makin tambah nyaman aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga bisa mengunjungi kak
      setelah pandemi tidak ada

      Delete

Post a Comment

Follow by Email