Menghadapi Rekan Kerja Bermuka Dua

Post a Comment
Daftar Isi [Tampil]
Menghadapi Rekan Kerja Bermuka Dua

Rekan kerja bermuka dua sepertinya kan dihadapi siapapun itu. Bermuka dua atau munafik seringkali membuat jengkel rekan kerja lainnya. Sering pula menjadi penjilat pada atasannya. Bodohnya lagi atasannya percaya saja.

Beberapa kali memeliki pekerjaan, ada saja yang bermuka dua. Pernah bukan satu tempat kerja, tapi aku sering mendengar bahwa ia selalu menjelekkan pegawai lainnya ke bosnya. Padahal nggak satu tempat kerja. Begitulah sampai teman-teman banyak yang mengindari untuk sekedar menyapa.

Pernah pula ada rekan kerja yang menjadi provokator. Sampai aku pun terdorong untuk mengikutinya. Setelah keputusan sudah diambil. Dan aku pun ikuti keputusannya. Ternyata setelah mau waktunya, dia bilang untuk apa keluar kerja kalau dulu melamar pekerjaan di sini. Sayangnya aku tak rekam kata-kata manisnya dulu. Tapi aku bukan karena itu sih alasan keluarnya.

Cara Menghadapai Rekan Kerja Bermuka Dua


1.Jangan Curhat Urusan Pribadi


Jika ini terjadi, bisa kacau informasi yang disampaikan pada orang lain. Bisa jadi dari curhat yang sepele menjadi hal besar. Tadinya hanya untuk melegakan pikiran malah nambah beban pikiran. Jadi hindari curhat.

2. Jangan Menceritakan Ketidaksukaan Rekan Kerja Lainnya


Ketika kita hanya cerita tidak menyukai rekan kerja lainnya ini akan menjadi boomeran bagi diri kita sendiri. Bisa jadi ia akan mencertiakan dengan versi yang dilebih-lebihkan. Akhirnya menjadi adu domba.

3. Obrolan Sebatas Pekerjaan


Mengobrolah urusan pekerajaan saja. Agar tidak terlalu banyak interaksi yang bersifat personal.

4. Jangan Mudah Percaya Omongannya


Seperti kejadian yang pernah aku alami. Jangan mudah percaya apa yang dikatakannya. Bisa jadi itu untuk kepentingan pribadinya saja. Karena dia lebih menyukai kehebatan dirinya sendiri.

5. Jangan Mudah Tersinggung


Duh ini aku banget yang mudah tersinggung pada omongan orang lain. Pernah dalam sebuah forum aku kesal banget betapa lelahnya mendengar ocehan tidak pentingnya. Tidak usah tersinggung pada omongannya. Kosongkan perasaan saat mendengar ceramah atau perkataannya lagi. Lumayan ampuh untuk tidak baper.

6. Jangan Berdebat Kusir


Jika mengalami perbedaan yang tidak berarti lebih baik diam. Tidak usah ikut-ikutan beragumen. Karena dia tidak akan mudah mengalah dan banyak argumen yang bisa dilontarkan.

7. Tegas dalam Menghadapinya


Bersikap tegaslah jika memang sudah melanggar privasi. Berilah patahan argumen yang membuatnya diam. Karena kalau tidak ditegaskan akan berlanjut-lanjut yang buat pening kepala.

Begitulah teman-teman cara kita menghadapi rekan kerja bermuka dua. Mengutip dari Kak Mia di obrolan grup baca “Kita cuma punya satu mulut dan dua tangan, yang capek buat konfirmasi dan menutup mukanya.Tapi kita punya otak dan dua tangan yang bisa digunakan buat membuktikan”



Related Posts

Post a Comment

Follow by Email