Menjadi People Pleasure Tuh Nggak Enak Banget Loh

6 comments
People pleasure itu nggak enak banget loh


Ini cerita tentang aku sebagai orang yang people pleasure. Mengutip dari artikel greatmind.id peolpe pleasure adalah orang yang selalu berusaha untuk menyenangkan dan tidak mengecewakan atas permintaan orang lain. Kepentingan orang lain diatas kepentingan pribadi.


Sejak kapan aku mulai mengetahuinya?


Ketika aku sering kecewa pada orang-orang yang suka melanggar atau telat datang jika sudah janjian tanpa alasan. Karena aku suka mikir, kan aku selalu oke-in kalau minta tolong atau janji. Kenapa ketika aku yang butuh tidak sama perlakuannya.

Kekecewaan yang terus berulang-ulang membuatku terkungkung pada perasaan negatif yang tiada hentinya. Sampai aku tidak mau lagi untuk membantu orang lain dan membuat janji. Takut mengecewakan.

Janji/ permintaan yang sering aku setujui entah itu hal sepele atau yang penting selalu dijawab iya. Dan aku selalu mengusahakannya untuk bisa menepatinya. Tiba-tiba hari ini aku mendapatkan kejadian yang sama. Orang lain yang janji, tapi lupa mengabarkan batalnya. Aku yang sudah menanti dan berusaha untuk menjamunya kecewa pastinya. 

Hal-Hal yang Diperlukan untuk Lepas jadi People Pleasure 


Cara mengatasinya tidak serta merta langsung bisa berubah. Karena aku selalu mementingkan orang lain daripada aku. Jadi susah untuk move on. Akhirnya aku memilih menjauh dari hubungan sosial.

Bukan berarti aku menjauhnya karana membencinya tapi demi kebaikan diriku sendiri dan orang di sekitarku. Aku tidak ingin tiba-tiba marah nggak jelas. Dan orang lain kebingungan terhadap apa yang terjadi.

1. Mencari Informasi tentang Diriku


Aku belajar mencari tahu tentang diriku. Karena aku tidak mau bertemu banyak orang jadi aku memilih mencari di buku. Buku-buku bertemakan mental health dan pengembangan diri menjadi tujuan utamaku.

Akhirnya aku menemukan tentang emosiku, apa yang harus dilakukan dan bagaiman mengatasinya. Salah satu bukunya adalah Loving the Wonded Soul karya Regis Machdy.

2. Mulai Mencintai Diri Sendiri


Setelah aku mengetahui bahwa sudah terlalu berlebihan dalam mengutamakan orang lain daripada diri. Aku mulai fokus pada apa yang perlu diriku perbaiki dan dicintai. Dari apapun, sikap, tubuh, pikiran dan lain sebagainya. Agar aku tak fokus pada orang lain.

3. Menggali Potensi Diri


Agar lebih fokus pada diri sendiri. Cari potensi yang dapat dikembangkan. Semakin kita fokus pada pengembangan potensi diri kita. Semakin berkurangnya fokus pada orang lain.

4. Fokus Pada Pencapian Diri


Aku paling suka jika membantu orang lain melakukan ide-idenya. Aku pasti akan mendukungnya apapun yang terjadi. Itu dulu. Sekarang aku lebih fokus untuk target-target hidupku. Fokus pada apa yang bisa ku lakukan. Pastinya tujuan yang bermanfaat untuk orang lain.

Menurutku jika hanya fokus untuk kemajuan diri sendiri itu tidak baik. Jadi upgrade diri, setelah itu baru mengajarkan untuk orang lain.

5. Berani Berkata Tidak


Katakanlah tidak bisa dengan ramah. Jelaskan alasannya mengapa tidak bisa membantu. Dan lepaskan beban tidak enaknya.

6. Hilangkan Overthingking Tanggapan Orang Lain


Jangan berpikir berlebihan jika kita menolak. Karena hal ini akan menyiksa diri sendiri. Berpikirlah bahwa orang lain tidak apa-apa kalau kita menolaknya. Sadari juga bahwa orang lain juga sama pemikirannya untuk memaklumi.

Jika bertemu dengan orang yang kesal pada kita. Biarkan saja. Dia sendiri yang rugi karena kesal.

7. Jika Terjadi Lagi Kecewa Pada Janji Orang Lain


1. Tenangkan Dulu Kekesalan Kita


Setelah kita merasa kesal karena janji dibatalkan tanpa alasan. Sebaiknya jangan langsung dihubungi saat itu. Tunggu kalau sudah reda untuk berbicara, baru kita tanyakan alasannya. Dan selalu berkata dengan tenang.

2. Cerita Pada Orang yang Tepat


Jika rasa kesal masih melanda di diri aku, aku ceritakan pada orang lain yang masih ada hubungan dengan orang yang membatalkan janji. Jika orang tersebut tidak dekat dengan kita.

Jika orang yang membuat kesal adalah orang yang mengenal kita secara pribadi. Aku akan ungkapkan mengapa aku kesal dan aku ingin orang tersebut mengetahuinya. Setelah itu plong perasaanku.

Kalau kondisinya dalam sebuah grup besar atau komunitas? Obrolkanlah pada orang yang memang tidak mudah tersulut emosinya. Carilah orang yang bisa bijak dalam menyelesaikan masalah.

Urusan komunitas sering pula lebih penting daripada urusanku. Makanya kalau tiba-tiba tanggung jawab orang lain minta digantikan. Inilah yang membuatku tidak enak untuk menolak.


3. Ingatkan Diri untuk Tidak Terlalu Berharap


Berharap bahwa semua hal berjalan dengan lancar. Sadari bahwa ada hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan. Jadi jangan terlalu berharap.

4. Cobalah Luaskan Sudut Pandang/Alasan


Selalu perbanyak alasan mengapa orang lain telat, tidak jadi atau apapun itu. Ini nasihat dari saudaraku. Dan hal ini masih terus aku usahkan. Karena kadang aku kesal pada orang yang sering melanggar janji.


5. Alihkan Pikiran


Agar tidak muncul rasa kesal yang lama. Alihkan dengan kegiatan lainnya. Kalau aku sendiri, jalan-jalan ke ruang yang terbuka. Entah pakai kendaraan pribadi atau naik transportasi umum atau jalan kaki.

Cari teman untuk mengobrol tema lain. Aku menghubungi teman untuk bercerita berbagai hal yang tidak ada kaitannya dengan kesal tadi. 


6. Carilah Media untuk Meluapkan 


Media yang aku lakukan adalah dengan cara menulis panjang lebar. Tulisannya pun tidak hanya berisi kekesalan. 

HINDARI 
  • Sindiran di Sosmed
  • Menyingung kembali. 
  • Terputusnya silahturahim.
  • Berpikir negatif terus-menerus.
Itulah hal-hal yang aku lakukan untuk lepas dari people pleasure yang tidak enak sama sekali. Semoga kawan menemukan cara mengatasinya. Manfaatkanlah waktumu untuk menebar kebaikan bukan dimanfaatkan oleh kebaikan itu sendiri.

Viandri
Seorang perempuan yang menikmati perjalanan. Suka berpergian sendiri. Selalu percaya bahwa Sang Pencipta tidak pernah meninggalkan sendirian.

Related Posts

6 comments

  1. Wah, kayaknya saya juga termasuk people pleasure nih :( Nasib jadi orang nggak enakan. Tapi sekarang saya bener-bener mencoba untuk berkata enggak dan nggak overthinking. Walaupun belum sepenuhnya, setidaknya itu sudah membantu menguranginya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perubahan pelan-pelan saja. Apalagi kalau sudh overthinking. Harus buat afirmasi positif

      Delete
  2. Selalu berfikir poitif juga perlu 😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali kak,
      Terima kasih atas masukannya

      Delete
  3. MaasyaAllah tulisan ini keren kak.... pemikiran nya mantap gtu

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum keren kak ulvaa,,
      masih tahap belajar

      Delete

Post a Comment

Follow by Email