Pedoman Hidup Orang Rimba di Jambi

Post a Comment
pedoman hidup orang rimba di jambi

Pedoman hidup Orang Rimba yang tertuang dalam buku SOKOLA RIMBA karya Butet Manurung. Dari bukunyalah aku mendapatkan gambaran tentang Orang Rimba dan kehidupannya di hutan.

Reviw Buku

Sokola Rimba (Revisi)||Butet Manurung||Buku Kompas||cetakan ketiga, November 2015||xxviii+348 || ebook Gramedia Digital

Ini kisah catatan harian Butet Manurung ketika jadi fasilitator pendidikan dari WARSI. Orang Rimba(OR) hidupnya seminomaden, mereka terdiri dari beberapa kelompok yang dipimpin oleh ketemenggunan. Nama kelompoknya berdasarkan nama sungai terdekatnya.

Butet yang merukapan seorang antropolog dalam pendekatannya ternyata tidak bisa menggunakan keilmuan yang pernah didapatnya. Ia menggunakan pendekatan tidak menjadi orang asing, tidak aneh dengan keadaan mereka, tidak aneh dengan kebiasaan mereka, dan makan apapun yang disajikan oleh mereka.

Pendidikan yang dibawa oleh Butet tidak mudah diterima oleh OR. Ketakutan OR bahwa anak-anaknya akan dibawa ke orang terang/kota atau hanya untuk tambahan pekerja. Dengan pendidikan juga akan memberikan dampak yang tidak baik untuk OR. Seperti akan mendapatkan kesialan atau kemarahan dari Dewa.

Butet yang sudah terlanjur cinta akan OR tidak mau berhenti untuk mengetahui lebih dalam apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh OR dengan pendidikan. Aku jadi tersadarkan bahwa pendidikan adalah yang bermanfaat bagi orang yang belajar. Bukan nilai-nilai akademis yang terpampang di sebuah kertas.

Pendidikan juga tidak jauh dari apa yang ada disekitar peserta didik. Bukan belajar yang mengikuti kurikulum yang ada, belum tentu itu adalah kebutuhan anak dididik. Pendidikan juga memberikan anak didik mengetahui apa saja yang sedang terjadi di sekitarnya dan apa yang diperlukan untuk anak didik.

Butet yang resah hanya diberi wewenang oleh WARSI sampai baca tulis dan hitung. Akhirnya memilih untuk keluar dan membuat yayasan SOKOLA untuk menjawab kebutuhan OR. Untuk menghadapi jaman yang tergerus oleh modernisasi OR perlu pengtahuan untuk menghadapainya.


Pedoman Hidup Orang Rimba


Orang Rimba di Jambi


1. Menghargai Perempuan


Perempuan OR tidak diperkenankan untuk belajar. Bukan berarti mereka tidak menghargai perempuan. Mereka sangat menghargai perempuan. Mereka tidak membiarkan perempuan jalan sendiri, perempuan tidak boleh sampai tersakiti, perempuan harus dilindungi dan perempuan sangat penting dalam kehidupan OR.


2. Pernikahan Matrilienal


Jadi sebelum menikah, biasanya pihak laki-laki akan mengabdi di rumah calon perempuannya. Tergantung berapa tahun, ada yang satu tahun atau lebih. Mengabdi di sini, laki-laki membantu untuk mencari nafkah dalam satu keluarga.

Karena ke depannya pihak laki-laki akan tinggal di rumah perempuan. OR bersyukur kalau punya banyak anak perempuanm, karena kehidupannya akan terpenuhi seumur hidupnya.

Jika istrinya meninggal, maka laki-laki harus kembali ke rumah orang tuanya. Jika ada anak maka, anaknya harus ikut keluarga ibunya.


3. Hewan Ternak Haram Di makan


OR memilih untuk makan hewan buruan dan mengharamkan hewan ternak. Contohnya ayam, kerbau, sapi dan lain sebagainya. Hewan buruan mereka seperti kijang, beruang, tikus hutan, babi hutan, burung, dan lain sebagainya.


4. Sejak Kecil Sudah Bejalar Mandiri


Anak-anak rimba di umur 6 tahun sudah bisa memanjat, memburu, membuat kayu untuk masak. Mereka sudah diajarkan kemandirian.


5. Laki-laki Rimba Dididik Menahan Nafsu


Mereka harus bisa menahan nafsu apa pun itu, dari nafsu makan, nafsu marah, nafsu materi, hingga nafsu seksual. Jangan heran jika banyak perempuan rimba cerewet dan bersuara keras sedangkan laki-laki rimba suaranya pelan dan tidak pernah marah. Dan tidak pernah membalas marah dari istri atau ibunnya.

Bagaimanapun juga laki-laki memiliki tugas dan tanggung jawab yang agung dalam tatanan masyarakat.

6. Anak-anak Rimba Dididik Mengungkapkan Perasaannya


Kalau kita sering marah kembali atau mengganggap tidak sopan pada anak yang tidak mau menuruti apa kata orang tua. Di rimba kita akan melihat anak kecil boleh menolak untuk melakukan perintah orang tuanya. Hal ini tidak membuat marah orang tuanya. Mereka bisa memaklumi.

Jadi tidak ada tekanan pada anak untuk selalu menurut. Meski begitu mereka tetap menghargai kedua orang tuanya. Jika sudah saling caci maki, mereka akan tertawa setelahnya.

7. Melangun


Kegiatan OR jika ada orang dalam kelompoknya yang meninggal atau orang luar di kubur di dekat tempat tinggalnya. Mereka akan berpindah tempat, masuk ke dalam hutan selama 3 sampai 7 tahun berpindah-pindah tempat.

Kegiatan ini untuk membuang sial, melepas sedih karena ditinggal pergi saudara, dan akan kembali lagi kalau sudah selesai melangunnya.

8. Umur 9 tahun anak dipisah dari Orang Tua


Ketika anak sudah menginjak umur 9 tahun maka akan dibuatkan tempat tinggal sendiri. Tidak boleh bersama orang tuanya lagi. Jangan berpikir rumah mereka seperti tinggal di kota-kota. Rumah sedeharna yang bahan-bahannya ada di hutan. Seperti pondokan kecil yang cukup untuk tempat tidur.

Ini hanya beberapa pedoman hidup OR. Masih banyak nilai-nilai kehidupan yang bisa kita jadikan pedoman dalam masa sekarang. Contohnya anak didik mandiri sejak kecil, dipisah tempat tidurnya dari orang tua.

Hal yang paling aku soroti adalah tentang menghargai perempuan. Bayangkan mereka tidak akan memakai BH atau Bra untuk menutupi payudaranya ketika sudah memiliki anak. Tapi tidak ada yang namanya pemerkosaan OR.

Bagaimana dengan yang ada di sekitar kita? Masih menggunakan pakaian tertutup tapi masih mendapatkan pelecehan seksual. Bukan pakaian perempuan yang menjadi masalah, tapi otak dan pikiran laki-laki sebagai pelaku yang tidak beres.

Kita bilang mereka primitif padahal hanya kita sendiri yang tidak mau mengetahui peradapan mereka. Kita yang merasa paling baik peradabannya. Sehingga memandang rendah peradapan dengan kelompok minoritas. Padahal kita sendiri lebih primitif, tidak ada norma yang kuat dalam masyarakat untuk mengekang perilaku kita.

Marilah kita terbuka dalam melihat suku lain. Lihatlah pedoman hidup orang rimba yang begitu indah untuk dijalankan.




Viandri
Seorang perempuan yang menikmati perjalanan. Suka berpergian sendiri. Selalu percaya bahwa Sang Pencipta tidak pernah meninggalkan sendirian.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email