Menulis Antologi ODOP yang Tak Mudah

8 comments
Menulis antologi ODOP yang tak mudah



Agar bisa dinyatakan lulus ODOP, para peserta diharuskan untuk menulis antologi ODOP dengan tema yang sudah ditentukan. Temanya ada banyak, horor, patah hati, mengikhlaskan amarah dan lainnya aku lupa.


Tema yang disediakan oleh panitia kebanyakan adalah fiksi. Nonfiksi hanya satu saja. itu pun tentang mengikhlaskan amarah. Tema ini pula yang akhirnya aku pilih. Ternyata penghuninya banyak juga. Hampir satu angkatan. Mungkin karena satu-satunya nonfiksi.


Aku pun tergiur karena nonfiksi dan temanya. Ku rasa ini akan mudah aku lakukan. Karena aku pun pernah merasakan dan menghadapinya. Kenyataannya apa yang dikata mudah ternyata tidak segampang itu bambang.


Jadi isi tulisan kali ini curhat, benar-benar curhat. Aku kebingungan mau nulis apa. Padahal aku yang merasakan dan yang mengalaminya. Bagaimana bisa aku menulis begitu panjang lebarnya.


Alasanku tidak mudah menulis antologi ODOP :


1. Bingung menentukan tulisannya harus bagaimana. Mungkin masuknya kerangka pemikiran. Aku bingung mana dulu yang perlu aku ceritakan dan kemana alu perjalannya.

2. Harus membaca referensi yang tidak sedikit. Padahal aku seringkali nulis tanpa riset mendalam. Sekarang harus membaca berbagai macam artikel dan buku rujukan. Katanya meski esay opini tetap saja ada pendukung teori dari siapa.

3. Banyak alasan untuk menunda. Deadline sebentar lagi, yaitu tanggal 21 November. Sedangkan malam 20 November belum nulsi apapun. Alasanya bingunglah, belum nemu yang cocok materinya dan lain sebagainya.

4. Beban harus bagus tulisannya. Namanya akan dibukukan, masa tulisanku benar-benar biasa aja. Aku pun mau tulisanku nantinya bisa bermanfaat bagi pembaca.

5. Mood suka berubah-ubah. Kondisi ini tidak hanya menyerang untuk posting di blog. Di IG pun aku tak begitu semangat untuk posting. Tapi kan sayang banget kalau nggak setoran harian.

Bagiamanapun juga, yang namanya tugas harus dikerjakan. Mau mepet deadline atau tidak yang penting dikerjakan tidak hanya dalam pikiran saja. Bikin pusing saja, juga waktu habis untuk berfikir. Sedangkan tugas terus menuju waktu deadline.

Nah, ceritakan dong alasanmu menulis antologi ODOP itu tidak mudah untuk digerakan. Semoga saja aku lulus ODOP dan terus belajar dan praktik keilmuannya. Sekian dulu ya sesi curhatnya.
Viandri
Seorang perempuan yang menikmati perjalanan. Suka berpergian sendiri. Selalu percaya bahwa Sang Pencipta tidak pernah meninggalkan sendirian.

Related Posts

8 comments

  1. Baru sampai 4 paragraph yg berisi 4 baris terus macet total hahaha

    ReplyDelete
  2. Uwuwuwuw semangaaat novvv ❤️

    ReplyDelete
  3. Semangat mbak! Yuk, yuk mulai dicoba, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. semangat kak, menulislah hihihi
      biar tugas selesai

      Delete
  4. Bahan materi udah ada, bingung ngolahnya. Semangat ayo semangat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu,, harus pintar-pintar mengolahnya nih

      Delete

Post a Comment

Follow by Email