Tetangga Resek

4 comments
tetangga resek
Tetangga yang bisa saling mengayomi adalah salah satu anugerah terindah dalam hidup. Namun kenyataan mendapatkan tetangga yang resek tetaplah anugerah untuk menambah pahala sabar kita. Meski lebih banyaknya jadi ngedumel ke diri sendiri.

Apa saja sih yang menjadi ciri tetangga resek? 

Suka kepo

Masih mending keponya ke kita. Nah ini keponya tanya ke tetangga lain. Sudah gitu jarang komunikasi pula. Misal kekepoanya kegiatannya apa sih di rumah terus? Banyak banget sih temannya yang suka main? Kok sering keluar malam? Atau koq sering pulang malam? 

Suka Ngatur

Mengatur perilaku atau kegiatan apa saja yang harus dilakukan.

Suka Maksa

Semisal nih diajak untuk begadang tiap malam atau ngerumpi di pagi hari atau sore hari. Kalau tidak mengikuti, siap-siap saja jadi bahan obrolan.

Bagaimana agar kita terhindar dari rasa dongkol, marah atau ingin maki-maki?

Daripada habis energi kita untuk memikirkan cara menjelaskan atau jadi tersulut emosi mending lakukan ini saja :

Ingat tetangga itu manusia.

Mereka punya mulut dan pikiran yang bebas untuk diekpresikan. Meski seringnya melanggar privasi orang.

Tanggapi dengan biasa saja.

Semisal sedang lewat di depannya sapa seadany atau beri senyuman.

Tutup telinga.

Kalau memang kita tidak salah, ya sudah tutup telinga saja. Kalau apa yang kita lakukan salah meski tidak merugikan tetangga, anggap saja itu peringan dari Tuhan melalui manusia.

Usahakan Ikuti kegiatan bersama.

Kalau bersamanya untuk ngerumpi atau obrolan gak penting tidak usah diikuti. Ikutilah yang ngumpulnya itu bermanfaat. Semisal gotong royong , selametan.

Hidup bertetangga kan harus rukun. Kita sebagai orang yang lebih bisa menahan emosi dan perkataan lebih baik mengalah daripada meladeni akan menimbulkan banyak persoalan tidak penting. Tidak perlulah memberikan penjelasan pada setiap omongan tetangga. Itu membuang-buang waktu. Toh itu sudah kesenangannya menggunjingkan orang lain. Jika gunjingannya tidak sesuai maka ia akan mencari pergunjingan lain.

Hati-hatilah dalam berbicara dengan tetangga yang seperti itu. Karena akibatnya bisa merusak nama baik. Apalagi bertetangganya gak cuma sebentar, tapi berpuluh tahun. Kecuali pindah tempat tinggal. Jika kita tidak mau diusik tetangga maka di rumah pun tidak usah mengobrolkan tetangga panjang lebar. Mungkin ngedumel tidak apa-apa. Daripada dipendam menjadi penyakit. Selamat bertetangga yang nyaman.

 

#ODOP

#OneDayOnePost

#ODOPDay30

Related Posts

4 comments

  1. Setuju, Kak...
    Tetangga nyebelin tuh bikin malesin kadang..
    Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang begitu, tapi mau bagaimana lagi? emang sudah nasih wkkwkkwk

      Delete
  2. Bener banget. Punya tetangga rese itu nyebeliin 🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya unek-uneknya buat setoran tugas ODOP aja hehehe

      Delete

Post a Comment

Follow by Email