Sedikit Demi Sedikit

30 comments

Awalnya tidak begitu paham maksud dari filsafat dialektika, ketika dibaca ulang cara memahami dan isi dongengnya baru bisa memahami sedikit demi sedikit. Seri dongeng dialektika ini ditulis oleh Clara NG yang menurutku karyanya membuat terpesona untuk anak-anak. Baiklah kita lanjut saja pembahasannya.

APA ITU DIALEKTIKA

Dialektika adalah alat untuk memahami alam di sekeliling kita bekerja dan upaya mereka berubah. 

Ada tiga cara mudah untuk memahami dialektika perubahan:

1. Segala hal di dunia memiliki lawan yang berseberangan.

Cara ini dituangkan pada dongen dengan judul Hari Potong Rambut. Mengisahkan pada keluarga singa yang memiliki 8 anak akan melakukan potong rambut. Meski anak-anaknya tidak mau untuk memangkasnya. Akibat dari panjangnya rambut dijelaskan pada setiap anak berbeda-beda. Setelah dipotong pun akan menikmati sensasi yang berbeda. 

Dari dongeng ini kita disajikan bahwa di dunia ini ada dua kutub yang saling berseberangan. Rambut panjang dengan rambut pendek. 

Hari Potong Rambut

2. Perubahan terjadi sedikit demi sedikit, kadang cepat, lalu semuanya menghasilkan titik balik.

Cara ini didongengkan pada judul Sehari Bersama Reni. Dalam dongeng ini seperti untuk diri aku sendiri. Reni yang ketakutan akan bertambah umur dan tanggung jawab yang lebih berat tidak mau bertambah umurnya. Namun ibunya memberikan mantra untuk sedikit demi sedikit.

Aku sendiri yang suka merasa suatu hal harus segera banyak atau harus segera bisa menguasi suatu hal kadang membuat kewalahan di kepala. Juga membuat rasa lelah dan frustasi karena tidak bisa menyelesaikannya dengan segera. Dengan mantra sedikit demi sedikit akan memudahkan pikiran dalam melakukan segala hal. Tidak terasa terburu-buru harus segera bisa.


Sehari bersama Reni

3. Perubahan bergerak seperti spiral, bukan lingkaran.

Pada hal ini kadang aku merasa hidup koq kembali ke posisi ini terus-terusan, sepertinya tidak ada perubahan. Nah dengan judul dongeng Melilit Seperti Sulur. Menceritakan bagaimana ada pohon kecil yang kehilangan sepasang sepatu merahnya. Ia harus menanyakan teman-temannya beberapa kali. Harus diminta kembali ke teman yang memberitahukan atau harus pergi lagi ke teman selanjutnya.

Pergerakan kita tidaklah melingkar bulat tapi spiral. Ada pemberhentian-pemberhentian yang tidak sama pada setiap detik,menit,jam maupun hari. Meski harus kembali ke titik awal. Ada saja hal-hal yang terjadi untuk kembali ke titik awal.

Seperti saya pernah jalan pagi di jalur yang sama, nyatanya tiap perjalanan bisa menemukan tempat foto yang berbeda-beda.

Melilit Seperti Sulur

Sekian ulasan dari aku dan apa yang bisa aku dapatkan dari dongeng-dongeng ini,

#ODOP

#OneDayOnePost

#ODOPDay33


Viandri
Seorang perempuan yang menikmati perjalanan. Suka berpergian sendiri. Selalu percaya bahwa Sang Pencipta tidak pernah meninggalkan sendirian.

Related Posts

30 comments

  1. Keren..
    Aku blm pernah bikin review buku..

    ReplyDelete
  2. Terima kasih, cobalah
    Aku juga masih belajar

    ReplyDelete
  3. Bagus kak ... menambah wawasan tentang buku untuk anak-anak

    ReplyDelete
  4. Wah..
    Kayaknya bukunya bagus..
    Makasih, Kak

    ReplyDelete
  5. Replies
    1. Usia tidak ada infonya
      Seperti dari kelas 1 SD

      Delete
  6. sepertinya ceritanya bagus-bagus dan ada hikmah yang bisa diceritakan ke anak-anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, kak jadi tiap bukunya itu mencontohkan salah satu cara memahami dialektika.

      Delete
  7. Oh ini review ya kak? Aku tidak terlalu paham si><

    ReplyDelete
    Replies
    1. review campur apa yang aku dapatkan kak hihihi
      jadi nyampur aja

      Delete
  8. Di ipusna ada gak ya ebooknya, kayaknya penuh makna gak cuma untuk anak-anak aja.

    ReplyDelete
  9. Aku suka karya Clara Ng. Buku-buku yg ini belum punya ih. Nambah wish list 😁

    ReplyDelete
  10. Syuka dengan reviewnya, penuh informasi

    ReplyDelete
  11. Baca review-nya bukunya baguuss kak.. jadi pingin baca jugaa

    ReplyDelete
  12. Melilit bukan melingkar. Aku suka itu .. banyak makna dan pesan yang disampaikan dalam buku ini sepertinya...

    ReplyDelete
  13. Kok aku jadi inget buku sejuta mahasiswa :'v madilog

    ReplyDelete
  14. Wah ternyata ada buku keren ini. Makasih informasinya kak :)

    ReplyDelete
  15. makasih infonya bukunya mantul kak

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email