Ocehan Orang Lain

4 comments

ocehan

Tema minggu kedua dari teman-teman blogger adalah perkataan orang lain yang membuatku kesal, membuat heran, dan kadang menghantuiku. Tapi itu semua tidak aku dengarkan lagi. Sudah bisa melepaskannya. Ingat, ya kita tidak baik mengingat-ingat hal-hal yang akan merugikan hidup kita 

Kebetulan aku memenangkan Give Away Angger Management dari Dandiah Care Center. Disitulah aku belajar katarsis yang baik. Meluapkan amarah yang terpendam tanpa merugikan orang lain.

Pada awalnya aku masih bingung hal apa yang masih mengganjal di pikiranku. Aku tau aku masih membawa masa laluku untuk sekarang. Aku bingung yang mana yang masih menyesakkan dadaku. Karena aku tak ingin hal itu muncul lagi dan aku belum tau cara penangannnya. Sakit hati masa lalu bukan untuk dikenang dengan kesedihan atau dibawa-bawa sampai sekarang. 

Setelah beberapa hari aku ingat ada ocehan orang lain ketika di rumah yang membuatku kesal bukan main. Karena apa, dulu aku hanya ditanggapi dengan senyuman saja.

Ocehan apa yang membuatku kesal?

“Loh kamu pergi lagi Vie? Ku kira di rumah aja nunggu nanti nikah.”

Ya Allah betapa aku kagetnya mendengar pernyataan ini. Yang membuatku kesal lagi adalah ia adalah seorang guru. Masa menyuruh anak perempuan orang lain diam di rumah. Punya hak apa dia terhadap hidupku. Kesalnya itu masa perempuan hanya menunggu untuk dinikahi. Betapa kejamnnya ia akan masa depan seorang perempuan.

Tujuan hidupku bukan untuk segera menikah. Aku yang sudah terbiasa melihat perempuan memiliki karya. Aku pun ingin seperti itu. Bukan hanya diam menungggu pangeran berkuda putih datang. Aku suka bergerak, berteman dengan banyak orang, memiliki aktifitas yang berbagai macam dan pastinya ingin berkarya. Itulah salah satu tujuan hidupku.

Jika nanti aku mempunyai keluarga kecil, maka aku bisa mengajari anak-anakku untuk memiliki karya dalam hidupnya.

Caranya bagaimana untuk melepaskan perasaan kesal itu. Sebenarnya aku tidak begitu memikirkannya hanya saja aku ingin benar-benar melepaskannya. Yang pertama aku lakukan. Jujur pada diriku. Kemudian aku jelaskan kondisi ini pada orangtuaku. Terutama kepada bapakku.

Apa jawaban beliau “Biarlah orang lain berbicara seperti itu, jangan sampai mengubah arah hidupmu. Jika semua kata orang dimasukan dalam pikiran dan hati itu akan membuat hidupmu rusak. Jalani saja hidupmu, Bapak mendukung pilihan hidupmu.”

Yups kalimat inilah yang membuatku benar-benar melepas ocehan orang lain. Ada orang lain yang terlibat dalam hidupku tau akan perasaanku. Itulah cinta pertama seorang gadis adalah ayahnya.

Menuruku membicarakan hal-hal yang menyesakan di dada pada orang yang terlibat dikondisi itu sangat membantu dari dukungannya. Juga dengan menuliskannya agar tidak tersimpan di kepala juga salah satu proses katarsis.  Ketika aku kesal dengan ocehan orang lain, orangtuaku ada benang merahnya. Karena satu lingkungan, mengetahui sifat orang tersebut dan tau harus bagaimana mengatasinya.

Ketika aku ada masalah di tanah rantau. Maka aku akan diskusikan dengan orang terdekatku yang bisa dipercaya. Karena orang tersebut tau keadaanku di tanah rantau. Inilah yang aku terapkan pada diriku. Jangan libatkan orang lain yang tidak mengetahui keadaanmu sekarang ini. Meski itu keluarga terdekat jika tidak satu area tidak akan ku jadikan teman diskusi. Karena orang yang satu kegiatan atau satu lingkungan lebih paham betul arah kita.

Related Posts

4 comments

  1. Mbak pernah menang Give Away? Kukira Give Away hanya sebuah urgan legend kwokwokwok saking nggak pernahnya menang xD

    Betul ya mbak, kalau semua omongan orang diladeni kapan kita ngeladeni diri sendiri, belum lagi capek banget pasti kalau mau dapet pengakuan manusia hohoho

    ReplyDelete
  2. Aku baru dua kali dapatnya.
    Abis itu belum pernah lagi wkwkkwkw

    ReplyDelete
  3. Fokus kepada apa yang bisa kita kontrol aja Mbak biar enggak capek hihi, Kalo kita fokus sama orang-orang nyinyir enggak akan ada habisnya :(

    Tapi Alhamdulillah punya orang tua yang mendukung sepenuhnya kegiatan Mbak, ya. Tetap semangat.

    ReplyDelete
  4. Bener juga ya, mbak. Kalo kita udah punya tujuan atau cita-cita, jangan pedulikan komentar negatif orang. Kita fokus saja dengan tujuan kita. Mantap :)

    Sukses selalu dengan semua harapannya ya, mbak Novia :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email