Review Narasi Gurunda

2 comments

narasi gurunda

Jihan Mawaddah seorang teman yang aku kenal lewat media online bernama komunitas Gerakan One Week One Book. Suatu ketika ada kelas baca nonfiksi, aku mendaftar sebagai peserta dan Mba Ji panggilan yang aku dan teman-teman lain sematkan padanya ternyata adminya. Dari situlah awal mula aku mengenal Mba Ji.

Orangnya asyik, ramah dan santai ketika dalam forum ada yang memaksakan pendapatnya. Tidak mewajibkan orang lain mengikuti pemahamannya, tidak menjudge orang yang berbeda pendapat. Pokoknya sejak ada kejadian di forum tersebut aku anggap Mba Ji ini mudah bergaul dengan orang baru. 

Sebenarnya aku tidak tahu kalau Mba Ji ini penulis sampai buku yang aku pesan lewatnya mendarat dihadapkanku mengertilah aku bahwa Mba Ji adalah penulis. Maklum aku tak tahu nama aslinya. Aku kira bukunya isinya menggurui karena judulnya Narasi Gurunda, tapi tergoda ketika melihat postingan review yang Mba Ji infokan di status media sosial. Setelah sampai, barulah aku berdecak kagum dan menyesal mengapa tidak diberi tanda tangan dan kata-kata indah dari Mba Ji. 

Semoga di karya selanjutnya aku bisa memiliki tanda tangannya. Lanjut kita baca review bukunya saja.

Review Buku Narasi Gurunda

Membaca sebuah biografi tokoh agama disajikan melalui novel lebih seru dan nyaman membacanya. Ini novel biografi pertama yang aku baca di 2020. Novel ini banyak mengambil pelajaran dari Al-Qur'an. Bagi saya yang masih belajar agama menjadikan mudah untuk belajarnya.

Di novel ini ada ayat-ayat Al-Qur'an, yang mengingatkanku makna dari isinya. Yang dulu pernah aku pelajari dan sempat saya terlupa. Allah mengingatkanku melalui novel ini. Kesederhanaan dan sikap pengahambaan kepada Allah yang diceritakan pada tokoh utama.

Dari keluarga sederhana yang menitikberatkan agama sebagai landasan hidupnya. Taufik yang sangat memanfaatkan waktu untuk kemandirian hidupnya. Ketika kuliah sambil bekerja, apapun ia kerjakan. Dari mengajar, pelatih pramuka, guru les, akti f organisasi, waktunya benar-benar digunakan sebaik mungkin. Ia tak pernah meminta biaya hidup ketika kuliah sampai menikah.

Keistiqomahan Taufiq dalam beribadah disaat berbagai masalah berdatangan tanpa jeda. Kehilangan orang-orang terkasih dan tanggung jawab sebagai seorang suami maupun Bapak. Ketika Bapak mertuanya meninggal, istrinya sedang operasi, dan bagaimana ia menenangkan istrinya sepulang dari rumah sakit. Sungguh tiada tega melihat kekasihnya bertambah sedih.

Sikap-sikap Taufik dalam menerima takdir Allah baik yang bahagia maupun kesedihan. Selalu mengembalikannya lagi kepada Allah. ketika

"Orang beriman itu setiap perkaranya indah, mau itu baik ata buruk"

"Ketika takdir baik datang menyapa, maka orang beriman bersyukur. Namun ketika takdi buruk itu datang, maka orang beriman akan bersabar. Keduanya memiliki keutamaan dan kemuliaan di sisi Allah...." Hal 137 sebagian nasihat nasihat Taufik pada istrinya.

"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (QS. Ath Tholaq : 2-3)

Judul : Narasi Gurunda

Penulis : Jihan Mawaddah @jihanmw

Penerbit : Wadah Baca Masyarakat Sanggar Caraka

Terbit : Cetakan kedua, Februari 2020

Tebal : 161

 #ODOP

#OneDayOnePost

#ODOPDay42

Viandri
Hai, saya seorang yang menyukai baca buku. Sedang belajar menulis dan senang berbagi kesan di sekitar.

Related Posts

2 comments

  1. Aww terimakasih yaaa Novviiiiiiiii. Itu kelas nonfiksi OWOB yak? Wkwkw aku lupaa kejadiannya yg mana. Jadi penisirin

    Btww senen jg bisa kenal novi yang semangat belajarnya ga pernah padam kayaknya. Semangat nulisnya juga kereen euy. Thankyou yaa udah berkenan ngereview buku sederhana iniii. Alhamdulillah seneeeeng banget kalau bisa bermanfaat

    ReplyDelete
  2. Yups betul sekali Mba Ji. Terima kasih kembali Mba Ji. Siap semangat terus ditunggu karya solonya Mba Ji hehehhe

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email