Dampak PSBB Jakarta untuk Kotaku

4 comments

 

PSBB

Jika kota besar melakukan PSBB transisi bagaimana dengan kota tempat tinggalku? Sejak tanggal 11 Oktober sampai 25 Oktober 2020 kota Jakarta menerapkan PSBB transisi. Adakah ini berakibat dengan kotaku Mataram, Nusa Tenggara Barat?

Sebenarnya untuk aktifitas dalam kotaku setelah lebaran atau bulan Juni sudah beraktifitas normal. Berbeda sebelum lebaran, ketika pandemi ini merebak seluruh negeri bulan Februari aktifitas sosial apapun benar-benar terhenti. Termasuk tempat kerjaku, karena tidak memungkinkan untuk WFH(work form home) maka lebih banyak aktifitas di dalam kantor dengan melakukan protokol kesehatan. 

Di depan kantorku ada penjul aneka es dan nasi untuk pengganjal perut merasakan dampat pandemi yang meresahkan warga ini. Biasanya Bibi penjual es ini cepat pulang jam 16.00 WITA. Namun sekarang lebih lama satu jam. Biasanya siang hari menikmati segelas es cendol pun terlewatkan olehku dan teman-teman.

Aktifitas normal hanya diperuntukan pada fasilitas umum seperti masjid, supermarket, pasar, tempat wisata, restoran dan kesemuanya mengunakan protokol kesehatan. Aku pernah mencoba main ke salah satu pantai yang ada di Mataram, pengunjung semuanya menggunakan masker dan tidak terlalu mengumpul jadi satu tempat. Tetap saja tidak seramai sebelum pandemi.

Sayangnya hanya dunia pendidikan yang belum bisa aktif secara normal. Memang pengajarnya sering ke sekolah, tapi mereka hanya datang untuk membuat materi daring. Karena para murid masih belajar dari rumah bersama emaknya. Hal inilah yang membuat beberapa emak-emak kelimpungan ketika anak-anaknya mengerjakan tugas yang dirasa tak mampu untuk mengajarkannya.

Seperti anak tetangga tempat tinggalku seringnya hanya main saja, untuk mengerjakan tugasnya sampai emaknya memanggil, memastikan dan menyuruh untuk belajar sama teman lainnya.

Kalau tempat kerjaku, karena tidak bertambahnya pemasukan dari wisatawan menjadikan pegawainya masuk secara bergiliran. Seminggu tiap orang masuk hanya beberapa kali. Pandemi ini benar-benar membuat temanku frustasi karena pemasukan berkurang sedangkan cicilan tetap ada.

Harapannya segera kota besar benar-benar bisa beraktifitas kembali, mengingat biaya tiket tidaklah sama seperti sebelum pandemi. Bagaimana wisatawan tertarik untuk liburan jika harga tiket melonjak dan penghasilan belum normal.

 

#ODOP

#OneDayOnePost

#ODOPDay43

#ODOPBatch8

#TantanganPekan7

Viandri
Seorang perempuan yang menikmati perjalanan. Suka berpergian sendiri. Selalu percaya bahwa Sang Pencipta tidak pernah meninggalkan sendirian.

Related Posts

4 comments

  1. Waaah. Udah bikin tugas aja nih mbaak. Kereeennn

    ReplyDelete
  2. ayo mba buat tugasnya.
    semoga gak ada utang lagi kedepannya aku nih. hehehhehe
    semangat kak.

    ReplyDelete
  3. Mantap nih, bisa dibuat referensi.

    ReplyDelete
  4. terima kasih kak,, semangat nugas hehehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email