Apresiasi dan Saran dari Teman Online

10 comments

 

teman online

Tulisan kali ini teruntuk teman-teman daringku yang hanya bisa dilihat dari video ataupun gambar bentuk orangnya. Sama sekali belum pernah berjumpa. Kita komunikasi hanya lewat pesan singkat di whatshapp. Akan tetapi memiliki hobi yang sama. Yaitu sama-sama di dunia literasi. Dunia yang sebenarnya tidak asing bagiku. Meski tau literasi dari membaca saja. Ada keinginan menulis tapi tidak begitu besar untuk terjun langsung.

Apa yang membuat saya tidak mau menulis?

Pertama : Saya merasa tulisan saya tidak penting. Apalagi menulis fiksi adalah hal yang menurut saya berat.

Kedua : Saya tidak ingin menulis artikel tentang kehidupan saya. Karena saya tidak ingin menjadi sorotan banyak orang.

Ketiga : Saya takut mendapatkan kritikan dari hasil tulisanku. Saya yang sudah terbiasa dengan berdamai dengan keadaan tidak mau ambil pusing membuat orang harus mengkritik karya atau hidup saya.

Keempat : Saya tidak suka mengumbar hubungan sosialku. Karena dari bacaan yang saya baca biasanya ada kisah tentang teman, saudara atau kekasih dan lain sebagainya.

Sayangnya Tuhan tidak membiarkan saya berdamai terus dengan keadaan. Ada waktunya harus dilepaskan dari kondisi nyaman. 

Apa saja yang membuat kondisiku tidak damai?

Pertama Saya pernah menginginkan hubungan saudara seperti yang saya inginkan. Tidak ada yang namanya perpisahan dan segala hal yang membuat berubah pilihan hidup. Hasilnya saya berpisah dengan saudara-saudaraku. Masing-masing harus menempuh fase permasalahnnya sendiri.

Kedua Saya pernah membuat orang lain tersakiti dengan sikapku. Dalam kamus hidup saya, sebisa mungkin tidak membuat orang lain kecewa dengan saya. Meski saya dianggap atau tidak yang penting tidak kecewa.

Ketiga Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan dimasa depan. Terombang ambing tanpa tujuan. Sedangkan orang-orang sekitarku terus bergerak.

Dengan kondisi seperti ini saya tidak mungkin diam, menyesal dan terus-terusan menyalahkan keadaan. Akhirnya saya memilih meninggalkan pertemanan yang sudah seperti saudara. Untuk menemukan apa yang sebenarnya saya ingin lakukan. Yang membuat jantung terpacu cepat. Yang membuat rasa sedih dan senang beda tipis. Akhirnya saya mengembara tanpa tujuan yang pasti. Saya rasa hanya sebentar saja untuk meninggalkannya. Sampai akhirnya saya menyadari bahwa :

Hidup itu tidak bisa membuat semua orang senang kepada kita.

Tidak semua orang harus sama dengan kita.

Tidak semua orang harus memenuhi ekspektasi kita.

Tidak semua sikap dan perilaku kita memenuhi ekpektaksi orang lain. 

Saya sadar harus jadi diri sendiri. Saya sadar untuk teguh pada pendirian diri sendiri. Tidak usah mengikuti orang lain atau mendengarkan celotehan orang lain. Akhirnya saya bisa menerima keadaan dan memulai untuk merancang masa depan. Saya merancangnya pun bukan harus tercapai seratus persen. Setidaknya saya memiliki tujuan hidup untuk terus bertahan.

Salah satunya dalam tulisan rancangan hidup saya adalah menulis dan memiliki sebuah karya buku. Kenyatannya baru bisa menulis di blog. Itu adalah kemajuan yang luar biasa untuk saat ini.

Sampai bertemulah ODOP dari teman online saya yang tidak pernah berjumpa sama sekali. Dari ODOPlah saya bisa menulis tanpa takut untuk dikritik. Dari ODOPlah saya bisa menulis hal-hal disekitar saya dengan nyaman tanpa ada rasa benci atau membenci orang lain.

Meskipun sudah berjalan sesuai keinginan ada saja hal yang membuat mundur. Semisal melihat teman-teman satu grup yang sudah memiliki prestasi, pastinya tulisannya bagus-bagus. Blognya isinya sudah profesional dan lain sebagainya. Tapi saya tetap menulis. Karena saya tau mereka juga dari hal sederhana dan konsisten.

Apa sih yang membuatku semangat dari luar diriku untuk terus menulis? Teman-teman online di luar blog. Pastinya komentar dari teman-teman blog sangat memberikan support. Tapi ini teman-teman online yang saya saja tidak menyangka mereka membaca tulisanku.

Kak Uta/IG @sukasukatamyy

Kak Uta seorang penulis di mojok mengomentari tulisanku diawal-awal mengikuti ODOP. Saya tidak berharap akan dibaca dan mendapat respon positif. Apalagi ia yang tulisannya sudah terbit di Mojok.

“Aku sudah baca tulisan Kak Novia di blog. Mantap beud”

Sarannya :

“Kak Nov, mohon maaf sebelumnya.

Sedikit saran dari saya, sebaiknya hindari kata "iyah".

Ini kesannya ambigu dan makna kalimat jadi membingungkan.”

Kak Mia//IG @simiati_nw

Seorang perempuan yang suka membaca dan mereview buku, pengajar dan juga anak pramuka banget. Tulisannya bisa dicek di instagram dan blognya.Ternyata diam-diam suka baca tulisanku.

“kalau km share aku baca cuma ya ga komen”

“Aku mah copas sesuatu yang menarik di tulisan kamu” 

Kak Desti/IG @tidestiasti

Seorang bookstagrammer yang aktif membaca dan menulis review di sosial medianya. Ternyata suka menulis di blog untuk meresume isi dari buku bacaannya.

“Aku suka baca blog kak novia. Aku pengen kayak kk, suka nulis di blog. Odop itu ada komunitasnya ya kak?

Ternyata tulisannya bisa sepanjang ini, terima kasih sudah mampir dan membaca.

#ODOP

#OneDayOnePost

#ODOPDay31

Viandri
Seorang perempuan yang menikmati perjalanan. Suka berpergian sendiri. Selalu percaya bahwa Sang Pencipta tidak pernah meninggalkan sendirian.

Related Posts

10 comments

  1. Benar-benar mengakhiri hari ini dengan manis membaca tulisan ini. Terima kasih mba.

    ReplyDelete
  2. Sama-sama kak
    Sudah mampir 🤗

    ReplyDelete
  3. hwaaa sama banget awalnya aku begitu, baru sepekan ini berani buat share link lewat WA story yang dibaca temen-temen terdekat, aku juga takut dikritik hihi tapi nyatanya malah dapat banyak support. emang dasar manusia suka banyak berburuk sangka hihihi

    ReplyDelete
  4. Sweet banget ih ya ampun kamu 😱
    Selamat sudah keluar dari zona nyaman dan sukses terus apapun yang kamu jalani 😍

    ReplyDelete
  5. Teryataaaa... selamat mengeram dalam tulisan, semoga menetas dengan kebaikan ya

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email