JurnalViandry

Cinta Pertama Seorang Gadis adalah Ayahnya

4 comments

ayah

Seorang gadis akan mengalami pertanyaan yang tak sanggup dimengerti seiring berjalannya waktu. Dulu yang sudah terbiasa dengan sosok dirinya sebagai panutannya. Ketika masih muda mengebu dalam mencari impian. Semangat dalam melakukan banyak hal yang baru. Melangkah semaunya kemana pun kaki melangkah. Selalu senyum yang tersungging. Hidup adalah fokus pada diri dan impiannya.

Sayangnya gadis itu harus merasakan pahitnya kehidupan. Beranjak dewasa ia menemukan sosok-sosok yang mempengaruhi hidupnya. Sosok itu tak selalu berbentuk wujud manusia. Mereka adalah sekumpulan perkataan dari orang-orang yang mengenalnya. Terutama dari masa kecilnya. Seorang gadis yang menemukan kegagalan dalam perjalanan hidupnya.

Ia melangkah terlalu jauh sampai tak bisa kembali berpijak. Manakala ia mau berpijak sosok-sosok lain bermunculan ingin menerkamnnya. Sosok itu adalah masa lalunya, terutama tetangganya. Sosok itu yang mengekang impian si gadis. Meremehkan, menghina dan menghancurkan impian si gadis. Muncul tidak hanya satu baris kalimat tetapi rentetan perkataan dari berbagai waktu.

Namun si gadis tidak mau hanya diam mematung dan memikirkan perkataan itu. Si gadis pergi berjalan-jelan mencari impiannya. Sayangnya tidak mudah untuk menemukannya dan menjalankannya. Si gadis mulai menyerah dan ingin kembali saja.

Si gadis sadar untuk mencari jalan keluar dan mengeluarkan semua kegelisahan diri membutuhkan seseorang. Seseorang itu adalah ayah. Ayah yang tak pernah memberikan sisi emosi tapi lebih mengedepankan logika. Dicarinya ayah kemana-mana. Sampai jauh melewati ribuan kilometer. Ternyata ayahnya selalu ada disampingnya mengawasi setiap gerak geriknya. Berdoa agar selalu lurus jalannya.

Sampai Si Gadis menyadari bahwa ia menyakini ayah tak pernah meninggalkannya ketika tersesat. Setelah kesadaran itu muncul ia lontarkan semua hal yang dirasakan. Ayah hanya mendengarkan dan memberikan kekuatan bahwa apa yang dilakukannya tidaklah salah. Itu benar bahwa Si Gadis ingin memiliki kehidupan tanpa membebani kehidupan orang lain.

Selama ini Si Gadis salah mengira bahwa ayahnya akan memaksakan impiannya. Ternyata selama ini ayah selalu memberikan semua hal yang dipunya untuk perjalanan Si Gadis. Si Gadis menangis sesegukan setelah semua unek-unek yang dirasa tersampaikan.

Kemudian dengan matang Si Gadis meminta restu untuk kokoh dalam memiliki impian. Ayah Si Gadis memberikan saran untuk meyakini apa yang diyakini tanpa mendengarkan omongan sampin kiri kana. Karena semua itu hanya akan merusak hidup Si Gadis. Si Gadis berjanji untuk terus melakukan impiannya. Dan selamnya ayah adalah cinta pertama si Gadis.

 

 


Viandri
Seorang perempuan yang menikmati perjalanan. Suka berpergian sendiri. Selalu percaya bahwa Sang Pencipta tidak pernah meninggalkan sendirian.

Related Posts

4 comments

  1. Ih kak aku suka deh sama tulisan fiksinya, aku kira aku tu dulu bisa nulis fiksi juga tapi ternyata susah /plok dan setiap mampir kesini selalu disuguhkan cerpen yang uuuuuuwww 😍😍😍


    Kukira tadi dia tuh bisa lihat makhluk ghaib 🤣 btw tema kita sama loh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah terima kasih....
      Gak kak, dia gak liat makhluk gaib. Dia hanya bisa melihat masa depan yg tak terlihat 🤣🤣

      Delete
  2. Ini fiksi? Kok aku bacanya seperti non fiksi. Menyentuh hati. Suka banget mbaaak 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya kak, aku buatnya fiksi 😂
      Koq gak kelihatan sih wkkwkwwk

      Delete

Post a Comment

Follow by Email