Review Buku Gadis Minimarket

4 comments

gadis minimarket
pict by Gramedia Digital

Keiko memiliki cara pandang yang berbeda dari orang lain. Saat sekolah dasar teman-temannya menangis melihat seekor burung mati, bagi Keiko itu tak perlu ditangisi. Ia tahu ayah dan adiknya menyukai burung itu, sehingga ia ingin membawa pulang ke rumah. Akhirnya ia harus mengikuti keinginan banyak orang yaitu menguburnya. Atau ketika menghentikan perkelahian teman laki-lakinya yang bertengkar, ia memukul dengan sekop agar berhenti. Ia sering melakukan hal-hal diluar yang katanya normal menurut orang. Sampai ia SMP-SMA dan kuliah lebih banyak diam. 

Ia merasa normal dan diterima masyarakat ketika melamar untuk menjadi pekerja paruh waktu di minimarket. Dari kuliah sampai sekarang umur tiga puluh tahunan. Minimarket adalah kehidupan dan standar hidupnya untuk pengambil keputusan. Ia semangat ketika berangkat kerja, menata barang, membersihkan minimarket, menawarkan barang diskon, menghitung jumlah belanjaan pelanggan dan menyapa pelanggan. Ia hafal betul apa yang harus dilakukan di minimarket, sekalipun di kamar sewanya ia tetap merasakan aliran minimarket dalam tubuhnya. Kegaduhan minimarket seperti musik yang menyatu dalam hidupnya. 

Setiap ia berjumpa dengan teman kuliahnya dan ditanyakan alasannya mengapa masih bekerja paruh waktu, ia selalu menjawab bahwa Keiko memiliki penyakit. Alasannya itu pun menjadi pembicaraan teman-temannya ketika reunion. Memiliki banyak pertanyaan dan kehidupan Keiko seperti harus  banyak diusik untuk disembuhkan menjadi normal. Ini membuat Keiko bingung, kenapa mereka heran dengan hidupnya. Ia sendiri merasa nyaman dan tenang-tenang saja. Tidak hanya teman-temannya, keluarganya pun menginginkan Keiko berubah. 

Kehidupannya sedikit dibicarakan oleh orag sekitarnya ketika ia tinggal bersama Shiraha, lelaki yang merasa kehidupan tidak pernah berubah dari jaman dahulu. Bahwa siapa yang bisa bertahan ditengah masyarakat adalah mereka yang memiliki kehidupan pada umumnya. Jika ada yang tidak normal secara umum maka ia akan tersingkirkan.

Kehidupan Keiko menurutku untuk mempertanyakan  kampanye saling menghargai perbedaan dan hidup saling berdampingan dengan mereka. Tapi apa bisa mereka menerima dengan orang yang tidak punya hasrat menikah, bersosialisasi secara umum dan memiliki kehidupan yang tidak mengejar ambisi. 

Gadis Minimarket//Sayaka Murata//Alih Bahasa: Ninuk Sulistyawati//Gramedia Pustaka Utama//160 hlm//baca via app Gramedia Digital

#ODOP

#OneDayOnePost

#ODOPDay19

#reviewbuku

Viandri
Seorang perempuan yang menikmati perjalanan. Suka berpergian sendiri. Selalu percaya bahwa Sang Pencipta tidak pernah meninggalkan sendirian.

Related Posts

4 comments

  1. Memang sebagian orang tiba - tiba berisik, saat melihat kehidupan orang lain " seperti tidak" normal. Walaupun pilihan hidup begitu sebetulnya sah - sah saja. Yang penting yang menjalani bahagia.

    Menarik review-nya Mbak Viandry...

    ReplyDelete
  2. aku selalu pengen review buku tanpa spoiler dan gagal haha emang dasarnya ribut sih tapi baca ini jadi bisa ngira ngira deh bakal bahas apa misal mau review buku hehe, makasih ya kak jalan jalanku kali ini menambah ilmu baru xDD

    ReplyDelete
  3. Sama-sama kak, ditunggu review bukunya.
    Semangat

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email