Perjalanan Malam

2 comments
perjalanan malam

Siapa di sini yang suka melakukan perjalanan malam?

Tulisan kali ini saya akan mengisahkan kejadian-kejadian  perjalanan malam.. Sebenarnya tidak hanya malam, tapi tantangan perjalanan yang pernah saya alami.

Sejak memutuskan jadi anak rantau, pastinya persiapan mental juga harus dipupuk dari awal. Kita tidak tau di perjalanan itu seperti apa. Apalagi sebagai seorang perempuan yang menggunakan transportasi umum. Memiliki jiwa yang berani dan keras harus dimiliki.

Keberanian dan keras harus digunakan ketika menerima tawaran-tawaran baik di terminal ataupun stasiun. Untuk pertama kali setelah lulus SMA bersama teman-teman. Tujuannya untuk ujian test di Jakarta.

Perjalanan sendirian terjadi ketika harus mengurus persyaratan beasiswa dari Bandung sampai rumah. Kalau pakai bus kira-kira 10 jam, kereta 8 jam. Karena belum tau tentang aramada bus, jadi pakai saja yang tidak perlu pesan tiket. 

Berangkat dari terminal Cicaheum jam 10 malam. Setelah ini ganti di terminal Bulupitu  esok harinya. Ganti bis sekali lagi agar sampai rumah. Perjalanan baliknya mau maghrib, ini pun masih menggunakan bus nyambung(satu perjalanan: dua atau lebih pergantian bus). Ternyata sampai terminal Bulupitu jam 12 malam. Turun sendirian, perempuan pula.mencarilah tempat duduk yang dekat dengan trayek ke Bandung. Untung ada penumpang perempuan yang mau turun di Cilacap. Ngobrolah kami berdua sampai jam tiga pagi. Kita berpisah bus, karena jalur yang berbeda.

Perjalanan ini hanya sehari dua malam. Pulang pergi.

Dasarnya saya jarang pulang setelah satu tahun merantau. Misal ingin pulang itu suka tidak terencana. Pernah naik bus nyambung dari terminal Cicaheum tidak ada penumpang perempuan sama sekali. Adanya ditengah-tengah perjalanan. Itu pun tidak sama tujuan berhentinya. Iya berdoa saja dan tidur bangun tidur bangun saja aktifitasnya.

Sering pula pulang ke rumah hanya membutukan waktu dua malam sehari saja. Misalnya malam Sabtu pulang, ya Minggu balik Bandung. Jika mengggunakan kereta, ya.

Pernah merasakan perjalanan hampir 16 jam di perjalanan. Dari jam delapan sampai jam sebelasan, kalau tidak salah. Ini menggunakan bus dan setelah malam tahun baru.

Paling seru perjalanan pulang malam takbiran. Besoknya lebaran saya baru pulang malamnya. Kalau orang lain H- lebaran pulangnya sering terkena macet. Malam takbiran lancar jaya perjalaanan. Meski kehabisan tempat duduk, adanya duduk dekat sopirnya.  Pernah juga busnya mogok. Harus menunggu bus pengganti hampir satu jam. Malam takbiran banyak cerita dari penumpang. Ada yang lebaran di jalan, karena mereka turun di Jawa Timur.

Turun dari bus jam tiga pagi, pernah banget. Apalagi saya sering pulang tanpa kabar. Kalau tiga jam sebelum sampai  baru hubungi orang rumah. Pernah juga orang rumah tidak bisa dihubungi. Hahaha. Saya tipe tidak banyak menyimpan kontak orang dekat rumah. Agak kesal sih, tapi gak mungkin turun pagi buta gak ada yang jemput. Jadi hubungi pararel saja. Ke orang-orang yang sekiranya menyimpan nomor tetangga.

Sekian dulu, ya. Nanti dilanjut lagi.

Jika kamu pergi pastikan perbekalan cukup.

pict by doc pribadi

#ODOP

#OneDayOnePost

#ODOPDay11

 

Viandri
Hai, saya seorang yang menyukai baca buku. Sedang belajar menulis dan senang berbagi kesan di sekitar.

Related Posts

2 comments

  1. Aku juga pernah memperoleh pengalaman perjalanan malam takbiran pulang mudik seru walau berdesakan 😊

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email