JurnalViandry

Memaknai Arti Sebuah Kesuksesan

8 comments
Mie Ayam
foto by www.junarviandri.blogspot.com

Sukses itu seperti apa sih? Apakah memiliki rumah, mobil, investasi dimana-mana, dan juga jabatan keren? Atau sukses itu yang bisa membantu keluarganya, membantu sesama, bermanfaat untuk orang lain, meringankan beban orang lain, seperti inikah? Arti sukses itu berbeda-beda, tidak bisa memaksakan standar sukses secara serentak. Harus hargai pula makna kesuksesan setiap orang

Untuk kedua kalinya saya mendatangi sebuah gerobak penjual mie ayam. Disitu rasa penasaran saya muncul mengapa? Mengapa seorang penjual mie ayam tidak menjual satu porsi dengan harga pada umumnya. Iya minimal sepuluh ribulah kalau komplit bisa sampai lima belas ribu ke atas. Tapi bapak penjual ini kok keukeuh dengan harga dibawah pada umumnya. 

Bapak penjual ini biasa dipanggil oleh pelanggannya Pakde. Biasa mangkal di perempatan Monjok setelah maghrib. Penasaran gak kalian berapa harga satu porsi mie ayamnya? Hanya lima ribu rupiah saja yang biasa, komplit ditambahkan satu ceker dan satu telor hanya delapan ribu rupiah. Jualan semalam ramai sampai pukul sepuluh malam atau tergantung habisnya mie ayam. Kamu bisa menikmati sambil duduk lesehan atau dibawa pulang.

Pensaran dong sama alasan Pakde ini, sambil menunggu pesanan, saya ajak ngobrol Pakde. Ia hanya menjelaskan jika saya menjual harga normal  maka anak-anak pesantren tidak bisa  menikmati semangkok mie ayam. Orang-orang pekerja yang gajinya biasa saja juga ingin menikmati mie ayam. Makanya si bapak menjual mie ayam dengan harga dari lima ribuan. Sampai saya diberi nasihat kalau sampai ada saudara kita yang kekurangan atau sampai kelaparan yang menanggung iya kita. Kalau sampai kita tidak menanggungnya maka dosa yang akan kita dapatkan. Makanya menerapkan ilmu agama itu berat.

Pakde ini untuk mengurangi pengeluaran salah satunya iya tidak mengizinkan pelanggan yang membawa pulang menggunakan banyak plastik. Apalagi sampai dipisah-pisah antara sambal, kecap, dan saos.

 

mie ayam
foto by www.jurnalviandri.blogspot.com

Saran dari Pakde kalau mau jualan makanan iya jangan mahal-mahal. Kalau mau mahal iya jualan baju itu boleh. Makanan kan itu kebutukan pokok lah kalau sampai mahal siapa yang mau nanggung orang biasa saja?

Dikasih tips juga dari pakdhe kalau kita makan mie ayam besoknya sakit perut itu harus hati-hati banyak campurannya alias tidak sehat.

Menolong orang lain lewat makanan dengan harga yang bisa semua kalangan menikmati adalah sebuah kesuksesan secara moral. Tanggung jawab sebagai sesama hamba Tuhan. 

#ODOP

#OneDayOnePost

#ODOPDAY4

 

Viandri
Seorang perempuan yang menikmati perjalanan. Suka berpergian sendiri. Selalu percaya bahwa Sang Pencipta tidak pernah meninggalkan sendirian.

Related Posts

8 comments

  1. Jadi laper, udah lama gak makan mie ayam 😁
    Kalau bagiku sukses itu tatkala kita bisa mengenal potensi diri dan mau berjuang untuk improve, dan bisa menghargai juga apa yang kita miliki.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah berbagi tentang kesuksesan.

      Delete
  2. tulisannya menginspirasi banget.

    tapi lebih baik lagi kalau penggunaan kata di yang menunjukkan tempat dipisah. contohnya di mana, di situ.

    dan untuk kata yang bukan bahasa indonesia dicetak miring "keukeuh". dan satu lagi masih ada yang kepleset, typo. sekian,,
    semangat terus nulisnya,..

    ReplyDelete
  3. duh laper aku liat baksonya yang endulita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oey itu bukan bakso, telor rebus hehehe. Oh iya tambahannya hanya ceker dan telor rebus.

      Delete

Post a Comment

Follow by Email