Jajanan Khas Lombok Rasa Baru di Lidah

6 comments


Sumber foto: shoppee.id

Menginjakan kaki di tanah sasak untuk pertama kalinya terpukau akan keindahan alamnya terutama pantainya. Suasana baru pastinya menemukan hal-hal baru yang ada di lingkungannya. Adapatasi diperlukan lagi. Segala hal perlu dibiasakan lagi. Salah satunya indra pengecap ini. Jika kita menemukan daerah baru pastinya lidah juga ikutan harus nyaman. Agar dunia kuliner tidak menjemukan. Karena lidah ini sudah terbiasa dengan ciri khas Sunda dan meski asli Jawa tapi lebih dominan rasa Sundanya heheheh.

4 Janajan Khas Lombok 


1. Jaja Pajaq


Jajanan ini terbuat dari beras ketan dan gula merah. Bentuk itu berlapis dua, lapisan pertama ketan (Jawa : ketan, Sunda : uli) dan lapisan atasnya itu gula merah yang sudah diolah menjadi padat. Jajanan ini disajikan ketika acara hajatan semisal maulid nabi. Bisa kita cari dengan mudah di penjual jajan. Harganya satu mikanya otu Rp 5.000. Jaja itu artinya jajan iya.

2. Reket & Poteng


Masih sama dengan jajanan di atas, bahan semuanya dari beras ketan. Reket itu artinya ketan dan poteng itu artinya tape ketan. Cara makannya itu kita colek ketan dengan tape ketan. Di sajikan dalam dua piring terpisah. Saya temukan makanan ini pertama kalinya di undangan Maulid. Dua jenis makanan ini aneh di lidah. Biasanya makan ketan itu ya campurannya dengan yang gurih-gurih. Misalnya dengan abon atau tempe goreng.

3. Rebusan Melinjo


Pertama kali lihat ini bagaiman cara memakannya. Biasanya biji melinjo itu yang dibuat emping. Disini kita akan ditemukan biji melinjo direbus bersama kulitnya, bulat utuh. Cara makannya kita gigit dulu untuk membuka cangkangnya. Kemudian kita ambil isinya. Saya menemukan jenis jajanan ini ketika sedang berkunjung acara maulid Nabi.

4. Komak


Jenis jajanan ini kalau di Jawa biji dari kara (baca : koro). Biasnya yang dimakan masih muda dan dimasak oseng aja. Kalau disini yang dimasak justru bijinya. Bisa dijadikan lauk atau cemilan. Dimasaknya digoreng sambal pedas manis dikit. Pertama kali mencicipinya sih agak keras tapi aneh.

Dari keempat jajanan ini yang belum terbiasa sampai sekarang kombinasi antara ketan sama yang manis-manis. Kalau untuk melinjo jarang ditemukan setiap hari. Untuk makan komak lama-lama jadi terbiasa dan rasanya mirip-mirip kacang tanah, karena masih satu jenis kacang-kacangan. Herannya itu kenapa kulit melinjonya gak dimasak. Kan itu enak banget kita oseng pedas agak manis dikit. Kara muda juga gak dijual secara umum, jadi belum pernah menemukan osengan kara.

Apapun keanehan makanan disuatu daerah kalau memang harus tinggal lama iya harus membiasakan dirii selagi masih halal. Hindari untuk membandingkan dan hargailah setiap sajian yang didapatkan. Jika semua jenis masakan harus dipaksakan seragam maka tidak akan menemukan keaneragaman makanan.

Berbanggalah yang bisa menikmati makanan bermacam-macam rasa. Semoga tetap dilestarikan oleh generasi muda.

Viandri
Hai, saya seorang yang menyukai baca buku. Sedang belajar menulis dan senang berbagi kesan di sekitar.

Related Posts

6 comments

  1. sangat bermanfaat mengetahuai makanan khas lombok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah berkunjung. Ini baru sedikit info saja. Buru-buru nulisnya untuk tugas.

      Delete
  2. Coba kalau tiap makanan sekaligus diberi gambar, pasti saya makin tau maksudnya hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga kepikiran itu kak. karena ngejar deadline jadi gak sempat masukin fotonya.
      Terima kasih kak sarannya.

      Delete

Post a Comment

Follow by Email