Aku Harus Selalu Berhasil

4 comments

 

aku harus selalu berhasil

Pernahkah temans melakukan suatu hal meskipun itu hal kecil dan tidak berhasil? Kalau iya. Apa yang dikatan orang di sekitar temans?

Jika jawaban temans kebanyakan adalah disalahkan maka marilah sama-sama kita meresapi ada apa dengan cara berpikir masyarakat kita.

Dari kecil sudah diajari untuk selalu melakukan sesuatu hal harus bisa dan benar. Hasilnya salah atau tidak sesuai, harus siap-siap disalahkan. Sepertinya kesalahanmu adalah suatu hal yang akan merusak keseluruhan hidup orang lain atau dirimu. Karena jika melakukan kesalahan akan diberi suara keras,  tanpa sadar ini akan terbawa sampai besar. Sikap akan membentak(saya kurang tau kata pasnya apa) pada orang lain yang salah.

Temans pernah merasakan bagaimana waktu SD, guru sekolah atau guru ngaji akan memberikan teriakan atau sabetan penggaris kayu. Mungkin ada yang berpikir kalau tidak seperti itu gak akan berhasil dalam belajar. Sadar gak temans, pas waktunya kita berposisi sebagai pengajar baik formal maupun nonformal tanpa sadar sikap keras pada yang salah terjadi. Akhirnya akan memaklumi atau membenarkan cara ini.

Selain menghasilkan pribadi yang seperti itu, juga menghasilkan pribadi yang merasa takut untuk melakukan hal-hal yang berisiko. Tau kan kalau tidak berhasil harus siap-siap disalahkan, dihujat, dikritik atau apapun yang membuat ketakutan.

Sampai dewasa saling menyalahkan akan lebih parah lagi. Apalagi dimasa penerimaan mahasiswa baru. Namanya ospek katanya kurang seru kalau tidak ada bentak-bentakkan dari panitia keamanan atau kedisiplinan. Dalam sebuah grup belajar baik dari anak kecil dan dewasa saling menyalahkan seperti sudah biasa dan menyenangkan untuk bahan gibah atau bahan bully-an.

Jangan heran banyak netizen nyinyir di media sosial seenak jidat . Lah ini sudah hal lumrah kok malah dipermasalahkan.

Temans mau sampai kapan hal ini jadi lumrah dan wajar?

Ini pendapat pribadi saja, lah wong pakai teori kalau gak mudeng iya sama saja bingung toh. 

Kalau ada yang salah, mbok ya dikasih tau solusinya apa. Dengan cara baik-baik ngasih taunya. Dari kecil sudah belajar tenggang rasa, kok gak dilakukan.

Misalnya tulisanku ini dijelek-jelekkan, gak jelas isinya, ngawur, gak ada dasar teorinya , gak ilmiah, tidak sesuai kaidah dan lain sebagainya. Iya, jangan hanya dijelekkan, beri juga ilmunya atau suruh baca buku apa biar bisa diterima secara  aturan baik dan benarnya.

Misal ada orang sedang merintis usaha dan gagal, iya kasih tau ilmunya toh. Bukan malah dicari segala kesalahannya .

Kamu kritik tapi gak kasih solusi apa gunanya? Bukannya membuat orang jadi mengerti bisa jadi menghancurkan harapannya. Yang dikritik juga harus legowo bukan malah mencak-mencak. Kalau gak mau dikritik kapan mau bisa dan benarnya?

Ingatkan pada diri dan orang lain bahwa salah bukanlah sebuah kehancuran alam semesta , tapi harus belajar menerima untuk diperbaiki dan memberitahukan dengan cara yang nyaman ditambah solusinya. 

Belajar atau bekerja karena sering disalahkan atau bentakan bukan menghasilkan orang yang bersungguh-sungguh mencari ilmu atau dalam pekerjaannya melainkan akan menghasilkan manusia seperti robot tanpa emosi. Melakukan segala halnya karena keharusan lingkungan sekitar bukan karena kemauan diri.             

Lakukanlah apapun yang bermanfaat untuk diri maupun untuk orang lain, lakukanlah dengan sungguh-sungguh. Berhasil atau tidak tetap berusaha dan belajar. Berkritiklah yang mendukung bukan merendahkan. Saling menghargai dan mendukung karya orang lain.

#ODOPDay13

#OneDayOnePost

#ODOP

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             

Viandri
Seorang perempuan yang menikmati perjalanan. Suka berpergian sendiri. Selalu percaya bahwa Sang Pencipta tidak pernah meninggalkan sendirian.

Related Posts

4 comments

  1. Uwaaaah semangat terus ya kak. Kadang mudah banget ya emang menjatuhkan mental seseorang beberapa hari ini aku merasa terpuruk juga bukan karena kritikan sih hehe tapi mirip mirip dengan yg dibahas. Semoga bisa lancar ya kak kita semua aamiin

    ReplyDelete
  2. Aamiin...
    Iya, kak sama-sama masih belajar.

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. Ini dulu dan ku tuliskan bagaimana jika seperti itu. Hehehe

      Delete

Post a Comment

Follow by Email